SAMARINDA–Pemkot Samarinda dalam waktu dekat akan menggusur beberapa rumah khususnya di kawasan sungai mati, Kelurahan Temindung Permai dan Gunung Lingai. Persiapan tersebut dibahas dalam rapat bersama instansi terkait, baik Pemprov Kaltim dan Balai Wilayah Sungai BWS Kalimantan III, belum lama ini.
Asisten Bidang Pembangunan drg Nina Endang Rahayu mengatakan, pemkot mendapatkan dukungan anggaran dari Pemprov Kaltim untuk penyelesaian dampak banjir kawasan Jalan DI Pandjaitan, Kelurahan Gunung Lingai, Kecamatan Sungai Pinang. Langkah terdekat pihaknya menanti masterplan banjir yang tengah disusun BWS Kalimantan III, dan menginventarisasi warga yang bermukim di sana.
"Secara teknis menanti data BWS. Juga meminta pemerintah kecamatan dan kelurahan untuk mulai menyosialisasikan di sana akan ada penggusuran dalam rangka mengembalikan fungsi sungai mati," ujarnya.
Sementara itu, Kepala SNVT PJSA Kaltim BWS Kalimantan III Zulfi Fakhroni menjelaskan, pihaknya masih mengerjakan draf penanganan banjir, salah satunya menetapkan lebar sungai. Sesuai rencana, program itu selesai Oktober. Namun, untuk penanganan banjir di segmen Jalan DI Pandjaitan, isi dokumen bisa dijadikan acuan. "Kami hitung berapa lebar sungai dan posisi pelebaran. Idealnya lebar sungai Mati dan Sungai Karang Mumus (SKM) di kawasan itu sekitar 35 meter, eksisting saat ini tidak sampai segitu," jelasnya.
Konsultan Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR dan PERA Kaltim Eko Wahyudi menjelaskan, ada dua masalah yang harus diselesaikan untuk penanganan banjir di jalan DI Pandjaitan. Pertama melebarkan drainase sekitar 4 meter di sisi kanan (arah ke Lempake) sehingga bisa mengalir sampai ke jalur crossing drainase depan Masjid Babul Hafazah, bermuara ke sungai mati.
Kedua, melebarkan sungai di Talang Sari, yang mengalir dari crossing drainase depan Jalan Mugirejo, ke sisi kiri (arah Lempake) mengalir di Kelurahan Gunung Lingai, menjadi 8 meter. Saat ini eksisting hanya sekitar 3,5 meter. "Banyak kendala terutama soal lahan milik masyarakat. Sedangkan kendala adanya jaringan PDAM, dari pihak Perumdam Tirta Kencana Samarinda sudah siap memindahkan jaringan mereka," ucapnya. (dns/dra/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria