BALIKPAPAN – Setelah libur panjang pekan lalu, tim Gugus Tugas Covid-19 menggelar rapid test secara massal, Selasa (3/11). Kegiatan ini berlangsung di seluruh puskesmas Kota Minyak. Pelayanan berlangsung pukul 09.00-11.00 Wita.
Namun, kemarin terlihat tak banyak warga yang melakukan pemeriksaan tes kesehatan. Di Puskesmas Klandasan Ilir, diketahui hanya satu orang yang baru melakukan pemeriksaan ini. Sementara di Puskesmas Telaga Sari, tidak ada satu pun yang datang untuk menjalani tes tersebut.
Terkait kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan menyebut kegiatan ini merupakan antisipasi dari tim Gugus Tugas Covid-19. Dengan harapan masyarakat yang usai berlibur, dapat menjalani aktivitas kembali dengan tubuh yang sehat.
“Untuk memastikan masyarakat sehat setelah libur panjang, kami menggelar rapid test massal ini,” ujar Sekretaris DKK Balikpapan Alwiati.
Dari kegiatan pertama kemarin, diakui belum banyak masyarakat yang menjalani pemeriksaan. Dari data yang dikumpulkan, hanya 24 orang yang telah menjalani rapid test. Dengan pendaftar paling banyak di Puskesmas Sepinggan, yakni 11 orang.
Kemarin, ditemukan 7 orang yang memiliki hasil reaktif, salah satunya di Puskesmas Sepinggan. Yang kemudian langsung ditindaklanjuti dengan swab test.
Perihal kurangnya pendaftar, menurut Alwiati hal ini bisa disebabkan karena kurangnya informasi yang diterima masyarakat. Atau spekulasi lain, masyarakat merasa tidak mengalami gejala apa pun yang mengharuskan pemeriksaan kesehatan.
Padahal, kata dia, apabila seorang warga telah mendatangi suatu daerah yang berstatus zona merah, maka sebaiknya saat kembali segera melakukan rapid test. Guna mengantisipasi penyebaran virus lebih luas.
Ia juga beranggapan, meski telah dilakukan relaksasi dan kelonggaran dari Pemkot Balikpapan, diimbau agar masyarakat tetap menerapkan protokol secara ketat. Tentu tidak ada yang ingin terjadi lonjakan kasus, seperti yang berlaku pada Agustus lalu.
“Justru dengan adanya kelonggaran ini, masyarakat harus semakin ketat. Agar tidak terjadi penyebaran virus secara besar-besaran,” tandasnya.
Kegiatan ini rencananya berlangsung selama lima hari, sampai dengan Sabtu (7/11). DKK Balikpapan pun mengimbau agar masyarakat yang berlibur maupun melakukan perjalanan ke luar daerah, dapat memeriksakan kesehatannya. Walau tak ada gejala sekali pun. (*/okt/ms/k15)
Editor : izak-Indra Zakaria