Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Desa Long Poq, Muara Ancalong, Pesona Sungai Jernih Tiada Tara

izak-Indra Zakaria • Senin, 4 Januari 2021 | 10:23 WIB
POTENSIAL WISATA: Air terjun dari Sungai Kelinjau jadi salah satu destinasi unggulan di sekitar Desa Long Poq, Kecamatan Muara Ancalong, Kutai Timur.
POTENSIAL WISATA: Air terjun dari Sungai Kelinjau jadi salah satu destinasi unggulan di sekitar Desa Long Poq, Kecamatan Muara Ancalong, Kutai Timur.

Tak ada jalan mudah untuk menjamah surga. Tetapi, perjuangan itu akan terasa sepadan bila telah melihat sendiri keindahannya. Ungkapan itu yang akan Anda rasakan bila berkesempatan mengunjungi Desa Long Poq, Kecamatan Muara Ancalong, Kutai Timur.

Lela Ratu Simi, SANGATTA

DESA LONG POQ terkenal dengan keberadaan air terjunnya yang indah. Buah dari aliran Sungai Kelinjau yang jernih. Tak sekadar menyegarkan mata, ngarai itu juga menjadi sumber kehidupan. Kejernihan airnya jadi urat nadi kehidupan warga desa yang jumlah penduduknya kini sudah mencapai ribuan jiwa itu.

Seperti ungkapan di atas, tidak mudah untuk menjamah Desa Long Poq. Dari ibu kota kabupaten, Kecamatan Sangatta, pelaku perjalanan mesti menempuh 9,5 jam. Belum lagi pengendara harus melalui jalan dengan kondisi jalan yang mayoritas kurang menyenangkan. Seperti tergelincir lumpur selepas hujan, atau terhirup debu ketika jalur kering oleh terik matahari.

PERKUAT EDUKASI: Dengan tata kelola yang baik dari warga sekitar, Desa Long Poq diyakini menjadi salah satu destinasi wisata primadona di Muara Ancalong, kelak.

 

Memang seperti itu tantangannya. Untuk mencapai tempat yang indah perlu perjuangan khusus. Seperti yang dikisahkan oleh Danramil Muara Ancalong Kapten Inf Imam Nawawi. Pria yang hobi berkegiatan sosial ini baru saja melalui “rintangan” tersebut. Hingga akhirnya dia berhasil mencapai desa pemilik aliran sungai terjernih di kecamatan tertuanya Bumi Untung Benua.

"Dari Sangatta, harus menempuh 9,5 jam. Kalau cuaca hujan, jalanan jadi sungai, makanya harus berhenti dulu," ungkapnya pada Kaltim Post. Dari Sangatta ke pusat Kecamatan Muara Ancalong, pelaku perjalanan harus menempuh waktu sekira tujuh jam. Kemudian dari pusat kecamatan lanjut menempuh 2,5 jam hingga akhirnya tiba di Desa Long Poq. "Itu pun kalau cuacanya bagus," imbuhnya.

BANYAK PILIHAN: Tidak hanya air terjunnya, di Desa Long Poq terdapat gua yang juga bisa memanjakan hasrat para petualang.

 

Long Poq memiliki banyak kelebihan. Mulai segi pertanian hingga budi daya dan peternakan. Dia menyayangkan kawasan dengan tanahnya yang subur itu tidak dikelola dengan apik. "Ada hamparan padi gunung di kanan-kiri jalan menuju Long Poq, itu kekayaan Tuhan yang seharusnya bisa dimanfaatkan," tambahnya.

SUMBER KEHIDUPAN: Perairan Sungai Kelinjau jadi salah satu tempat warga menggantungkan hidup, dengan cara berburu ikan.

 

Destinasi wisata alam, hulu Sungai Kelinjau, kata dia, sangatlah jernih, ikan pun sangat melimpah ruah. Dia berharap sumber daya manusia (SDM) dapat ditingkatkan. Bahkan, saat dirinya membandingkan dengan sungai Sangatta, perbedaan airnya menurut dia sangat jauh berbeda.

MENGGODA: Kealamian alam Desa Long Poq membuat para pengunjung memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengabadikan gambar dengan berbagai konsep.

 

"Saya tidak pernah lihat sungai sejernih itu. Eksistensi desa itu harus dimunculkan supaya bisa dijadikan destinasi. Kalau SDM-nya cerdas, pasti mampu mengelola SDA dengan baik," tambahnya.

Kendati dikelilingi perkebunan sawit, ia mengaku akan terus mengedukasi masyarakat setempat. Pasalnya, jika destinasi wisata itu mampu didongkrak, ia menginginkan agar Long Poq mempunyai produk ciri khas. "Saya ingin peternakan ikan itu bisa maju. Supaya taraf kehidupan bisa lebih meningkat dari pariwisata yang akan dikembangkan," jelasnya. (*/la/ndy/k16)

Editor : izak-Indra Zakaria
#wisata kaltim