Saban tahun musim durian selalu datang. Pedagang king of fruit itu mendadak memenuhi sejumlah sudut kota di Balikpapan. Mereka mencari peruntungan di tengah musim durian.
PANDEMI Covid-19 benar-benar membuat rencana sejumlah pedagang durian berantakan. Mestinya ketika musim buah itu, mereka bisa mendapatkan untung yang berlipat. Namun, tahun ini tak semujur awal tahun lalu. Tak hanya wabah virus asal Wuhan, Tiongkok, itu yang jadi hambatan. Persoalan lain adalah sejumlah daerah gagal panen akibat musim kemarau yang disebut singkat.
Kini omzet mereka disebut menurun hingga dua kali lipat dibandingkan sebelum pandemi. “Biasa semalam bisa dapat Rp 20 juta. Awal tahun lalu sebelum pandemi masih dapat. Sekarang (masa pandemi) hanya Rp 10 juta,” tutur Wandi, seorang agen durian di Balikpapan, Jumat (19/2).
Dia menyebut, durian melak masih menjadi primadona. Selain dagingnya yang tebal dan lembut, durian melak punya rasa yang manis dengan kadar yang pas di lidah. Hingga tidak membuat mual meski dimakan dalam jumlah banyak. “Harganya juga dianggap sesuai dengan rasa,” ucapnya.
Harga tidak menunjukkan murah. Malah, harga durian melak cenderung lebih mahal dibandingkan durian dari daerah lain. Penjualannya yang per buah atau per tiga buah, bukan dalam kilogram seperti durian montong, membuat konsumen kelas menengah lebih memilih membeli durian melak.
“Untuk saat ini harga durian melak naik. Sebelumnya Rp 50–70 ribu per buah, kini Rp 100 ribu. Kalau Rp 200 ribu dapat tiga. Kalau montong per kilogramnya Rp 70 ribu,” kata pria 25 tahun itu.
Kenaikan harga durian melak itu disebut karena stok yang tersedia tidak banyak. Panen pun terlambat. Seharusnya durian sudah bisa “membanjiri” pasar pada September atau Oktober setiap tahun. Namun, kali ini, baru Februari banyak durian yang baru bisa dilepas ke pedagang. “Ya, tahun ini telat sekali. Ini karena banyak hujannya,” ungkapnya.
Untuk memenuhi stok durian selain durian melak bisa juga dari Banjarmasin, Kalsel, dan Sulawesi. Namun, akibat banjir besar di Kalsel beberapa waktu lalu, banyak petani yang gagal panen. Sementara bagi Wandi, mendatangkan durian dari Sulawesi bukan pilihan yang tepat pada situasi saat ini. “Dari Kalsel kosong dan kalau ambil dari Sulawesi berat di jarak dan ongkos,” ungkapnya.
Durian tidak bisa bertahan lama. Kata Wandi, untuk durian melak misalnya, begitu durian sampai di tangannya, dia hanya punya waktu tiga hari menjualnya dengan harga normal. Selepas tiga hari, dia akan banting harga. Sebab, durian yang ada sudah menurun kualitasnya.
“Durian melak ini dipanen yang jatuh. Jadi, memang matangnya pas, jadi lebih cepat waktunya (sebelum busuk). Jadi lebih dari tiga hari dijual murah, yang penting bisa menutupi modal,” tuturnya.
Meski lebih mahal dan kondisi ekonomi masyarakat sedang menurun, Wandi menyebut, masih memiliki pelanggan setia. Banyak dari konsumennya membeli durian untuk khasiatnya. Khususnya pria, mengonsumsi durian dengan rasa manis dan pahit dalam satu biji durian dipercaya bisa manjur meningkatkan kemampuan vitalitas. “Katanya begitu. Apalagi ditambah sup kambing. Saya sendiri belum coba karena tidak perlu,” ujarnya.
Bagaimana soal durian meningkatkan imunitas untuk menghadapi virus seperti corona? Wandi menyebut, puluhan tahun berjualan durian, dirinya hingga kini belum mendapatkan informasi soal manfaat tersebut. Pun tak ada konsumennya yang membeli dengan alasan agar terlindung dari Covid-19. “Belum pernah dengar bisa seperti itu (meningkatkan imun tubuh),” sebutnya.
Di sisi lain, tak banyak yang bisa dilakukan Wandi untuk bisa meningkatkan penjualan. Saat ini metode yang masih digunakan adalah menyuplai durian ke sejumlah pedagang yang menggunakan pikap. Yang biasa berjualan di pinggir jalan di Balikpapan. Beberapa pedagang durian yang ditemui awak media ini pun menyebut mendapat buah dari Wandi.
“Saya jualan durian saja. Kalau sudah habis ya pulang ke Makassar,” kata pria yang sudah berjualan di Jalan MT Haryono sejak medio 2000 lalu itu.
Penjual lainnya, Muhammad Ashar juga mengalami kondisi penurunan pendapatan dari durian. Jika sebelum pandemi, dirinya bisa menjual lebih dari 2 ribu biji dalam semusim. Kini, dengan telatnya musim durian dan gagal panen di sejumlah daerah penghasil durian, dia hanya bisa menjual seribu biji.
“Covid-19 ini benar-benar bikin susah. Anjlok sekali pendapatan kami,” ucap pria yang berjualan di Kelurahan Damai, Balikpapan Selatan, itu.
Durian melak disebutnya masih menjadi salah satu sumber pemasukan utama dirinya. Diakui, tahun ini harganya lebih mahal dibanding musim sebelumnya. Itu pula yang membuat konsumen pikir-pikir membeli durian. Kalaupun membeli tak memborong. “Akhirnya banyak yang terpaksa dibuang. Sekali antaran misal sepikap, bisa separuh yang tak bisa dijual karena sudah tak layak,” ungkap Ashar.
Dia juga belum menemukan ada pembeli yang sengaja mengonsumsi durian untuk mencegah paparan virus corona. Yang banyak, konsumennya lebih membeli jeruk yang sudah umum diketahui mengandung vitamin C untuk meningkatkan daya tahan tubuh. “Musim Covid-19 seperti ini banyak yang beli jeruk,” ucapnya.
KAYA MANFAAT
Ahli gizi dari UPT Puskesmas Mangkupalas Samarinda Saiba menjelaskan, selain kandungan karbohidrat, protein, dan lemak baik, durian juga memiliki banyak kandungan vitamin dan mineral. Dari vitamin A, vitamin C, dan vitamin B6, kemudian potasium, asam amino triptofan, asam folat, asam pantotenat, thiamin, riboflavin, hingga niacin. “Banyak kandungan dalam durian yang bagus untuk kesehatan tubuh,” ungkapnya.
Dalam kasus orang dengan gangguan kesehatan tertentu, mengonsumsi durian dianjurkan. Seperti mereka yang terkena anemia. Kandungan asam folat tingkat tinggi bisa memicu produksi sel darah merah. Durian adalah sumber folat yang baik bersama tembaga dan besi. Karena itu, penderita anemia bisa menjadikan durian sebagai salah satu cara mengatasi kondisinya. “Durian juga bebas kolesterol,” imbuhnya.
Bahkan serat dalam durian mengurangi jumlah kolesterol dalam darah. Karena itu, durian berpotensi menjauhkan penyakit kardiovaskular seperti jantung. Beberapa senyawa dalam durian bisa membantu mengurangi kadar kolesterol dan risiko aterosklerosis.
Dengan kandungan vitamin, nutrisi, dan senyawa kimia alami, durian juga berfungsi sebagai antioksidan. Itu penting untuk melawan kanker dan radikal bebas. Vitamin C, B, E, serta fitonutrien dalam durian juga bisa memerangi sel-sel kanker. “Banyak manfaat dari durian. Namun, ada pula kasus di mana sebaiknya seseorang menghindari mengonsumsinya secara berlebihan,” jelasnya.
Kata Saiba, mereka yang memiliki penyakit seperti diabetes melitus sebaiknya bijaksana ketika mengonsumsi durian. Khususnya, ketika kondisi gula dalam darah sedang tinggi. Mereka yang obesitas juga sebaiknya menghindari konsumsi durian secara berlebihan. “Mereka yang ingin menurunkan berat badan juga bijaksana. Karena kandungan kalorinya yang tinggi tadi,” sebutnya. (rdh/rom/k16)
Editor : izak-Indra Zakaria