Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

HISTERIS..!! Mau Diselamatkan, Bekantan Muda Ini Jerit-Jerit...!!

izak-Indra Zakaria • Jumat, 12 Maret 2021 - 18:19 WIB
Bekantan muda teriak saat diamankan.
Bekantan muda teriak saat diamankan.

 Dua ekor bekantan menghebohkan pengunjung polder Air Hitam, Jalan AW Sjahranie, Kelurahan Air hitam, Kecamatan Samarinda Ulu, Selasa (9/3) sekitar pukul 14.30 Wita. Dua primata berbulu emas ini berenang di dalam polder seperti kebingungan untuk mencapai daratan. Warga sempat mengira jika kedua hewan dengan nama lain Nasalis Larvatus adalah orang yang tengah berenang. Namun setelah diperhatikan barulah diketahui jika itu adalah dua ekor bekantan.

“Saya sedang jualan, tiba-tiba orang teriak. Saat saya lihat ke arah air di dalam polder ternyata dua ekor monyet sedang berenang ke sana kemari,” ujar Syamsidar (39), penjual minuman di sekitar polder. Beberapa warga mencoba menangkap kedua bekantan dengan terjun ke dalam air. Namun usaha itu justru membuat salah satu bekantan berukuran besar berhasil menepi dan kabur.

Sementara satu ekor lagi berukuran kecil masih berputar-putar di dalam air. Upaya menangkap dengan cara berenang itu pun gagal lantaran bekantan lebih gesit dan bisa menyelam. Selang tak berapa lama, delapan personel anggota Samarinda Animal Rescue (SAR) yang menerima informasi langsung menuju lokasi penampakan bekantan.

Berbekal dua tongkat penjerat, dua anggota SAR yakni Febri dan Haekal menggunakan perahu yang ada di sekitar polder untuk bisa menjangkau bekantan yang masih kebingungan di dalam air. Jika tidak segera diselamatkan dikhawatirkan bekantan bisa mati lemas.

Upaya penyelamatan sempat berjalan dramatis. Kedua anggota SAR ini dibuat kalang kabut lantaran bekantan selalu berhasil menghindar saat hendak ditangkap. Barulah sekitar 30 menit berjuang, bekantan berhasil dievakuasi dari dalam air dan dibawa ke darat

“Dengan keterbatasan peralatan yang ada, kedua anggota kami berhasil mengevakuasi bekantan di air. Sebab, bekantan tetap akan lemas jika terlalu lama di dalam air,” kata Ketua SAR, Suparlin.

Menurut Suparlin, keberadaan bekantan memang jarang terjadi di tengah kota apalagi di dalam fasilitas umum seperti polder. Namun, mengingat di sekitar polder masih terdapat hutan maka dimungkinkan jika bekantan ini tersesat hingga ke dalam polder.

Dirinya belum mengetahui apakah bekantan ini adalah peliharaan warga. Tapi dilihat dari tubuhnya dan tidak ada tanda pengikat di pinggangnya malag diduga bekantan ini bukan milik warga. “Kami pernah menangani monyet penyerang warga di polder ini. Tapi berbeda jenis. Saat itu monyet ekor panjang,” ungkap Suparlin.

Untuk selanjutnya, bekantan akan dibawa ke Posko 2 Disdamkar Kota Samarinda untuk kemudian bekantan akan diserahkan ke pihak BKSDA Kaltim. “Bekantan adalah jenis primata dilindungi. Untuk itu perlu penanganan khusus. Dan selanjutnya kami serahkan kepada BKSDA,” pungkas Suparlin. (kis/beb/nha)

Editor : izak-Indra Zakaria