Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Mahakam Bangai, PDAM Ngadat, Warga Gunakan Air Parit

izak-Indra Zakaria • Jumat, 12 Maret 2021 | 11:33 WIB
Warga menggunakan air di dalam genangan karena PDAM tak mengalir.
Warga menggunakan air di dalam genangan karena PDAM tak mengalir.

Berada di daerah dengan banyak sungai dan sumber air, tak membuat masalah air bersih untuk warga Kota Samarinda teratasi. Ya, kesulitan air bersih bak lagu lama yang terus diputar. Bukan berita baru lagi. Tapi apa jadinya kalau hampir sepuluh hari air dari PDAM tidak mengalir? Warga pun menggunakan air parit untuk kebutuhan sehari-hari.

Begitulah yang sedang dialami oleh warga Jalan Merdeka, RT 94, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, sejak beberapa hari terakhir. Kondisi ini semakin mempersulit situasi masyarakat di tengah pandemi. Sudah 9 hari air distribusi air bersih dari PDAM tidak mengalir. Demi memenuhi kebutuhan rumah tangga, sebagian masyarakat membeli air tandon keliling. Volume air mencapai 3 irbu liter dijual Rp 60 ribu. Itu pun masyarakat harus menunggu hingga 4 hari.

“Sambil menunggu kedatangan air, kami terpaksa mengambil air dari aliran parit. Jaraknya 100 meter dari rumah. Itu semua kami lakukan demi memenuhi kebutuhan mandi, buang air besar (BAB), cuci baju dan cuci piring. Kalau tidak begitu kebutuhan kami tidak terpenuhi,” kata Nabila (39), salah satu warga.

Ketua RT 94, Sungai Pinang Dalam, Ipung Aspul menyesalkan kondisi ini. Terlebih di masa sulit seperti sekarang. Dia sudah berusaha meminta penjelasan pihak terkait. Namun belum menemukan solusi. Penyebab tidak mengalirnya air dalam dua pekan ini juga belum diketahui. “Harusnya ada solusi. Entah dari PDAM memberikan air tandon gratis untuk warga terdampak air tidak mengalir,” harap Ipung.

Lurah Sungai Pinang Dalam, Hadriansyah berjanji akan membantu menyelesaikan masalah yang dialami warga. “Kami akan kerahkan anggota untuk mendatangi RT setempat untuk mendata wilayah mana saja yang kesusahan air bersih. Setelah itu kami akan membuatkan surat untuk ditujukan ke Direktur Utama PDAM,” ucap Hadriansyah.

Selain di Jalan Merdeka, beberapa wilayah di Sungai Pinang Dalam juga mengalami hal serupa. Salah satunya di Jalan Sepakat. Direktur Teknik PDAM Samarinda, Ali Rachman AS didampingi Manager Produksi Syarif Rachman Hakim melalui Asisten Manager Kesektariatan dan Humas, HM Lukman membenarkan terganggunya ditrisbusi air ke sejumlah rumah warga.

Hal ini disebabkan kondisi air baku Sungai Mahakam yang berubah kemerahan alias bangai. Kondisi menyulitkan pengolahan air di instalasi pengolahan air (IPA). “Kondisi air bangai simalakama bagi kami. Air bisa diproduksi dengan kualitas jernih, namun harus diminimalisir kapasitasnya. Debit diturunkan untuk hasil jernih dan berkualitas.

Namun dampaknya banyak wilayah yang komplain. Karena tidak dapat aliran distribusi terutama wilayah jauh dan tinggi,” kata Lukman. Dengan adanya komplain itu, pihaknya mempersilakan untuk menghubungi hotline PDAM. Warga bisa mengirimkan alamat lengkap dan nomor telpon yang bisa dihubungi.

“Kami akan drop air dari unit tanki sebagai solusi. Air kami berikan gratis. Namun demikian mohon warga bersabar, karena permintaan juga banyak. Yang pasti akan kami kirim. Untuk kawasan Jalan Merdeka 5, RT 94, kami sudah mengirimkan air ke sekitar pukul 15.20 Wita (kemarin),” kata Lukman. (kis/nha)

Editor : izak-Indra Zakaria