Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Belum Ada Laporan Kasus setelah Ujian Sekolah, Rencana PTM di Bontang Dimulai 31 Mei

izak-Indra Zakaria • 2021-04-25 10:10:00
TATAP MUKA: PTM direncanakan dimulai pada 31 Mei mendatang, atau dua pekan setelah Idulfitri.
TATAP MUKA: PTM direncanakan dimulai pada 31 Mei mendatang, atau dua pekan setelah Idulfitri.

Ada rencana pembelajaran tatap muka (PTM) dimulai 31 Mei. Wacana ini berdasarkan hasil pantauan setelah ujian sekolah awal April lalu.

 

BONTANG – Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Bontang Saparudin mengatakan, selama dua pekan ini, tidak ada laporan terkait siswa atau guru yang terpapar Covid-19 setelah mengikuti ujian sekolah. “Semuanya aman berdasarkan informasi sekolah,” kata Saparudin.

Disdikbud terus memonitor perkembangan kondisi kesehatan setelah simulasi PTM tersebut. Bahkan pihaknya telah menanyakan secara intensif melalui grup WhatsApp kepala sekolah sehubungan keluhan yang terjadi. “Kami berkomitmen dari awal, Disdikbud mengizinkan dan satgas memberi lampu hijau saat ujian sekolah lalu dengan skema PTM harus terus dipantau,” ucapnya.

Disinggung mengenai pemilihan waktu mulainya PTM, Disdikbud mempunyai maksud tersendiri. Pengontrolan masyarakat untuk tidak melakukan mobilitas saat Idulfitri sangat sulit. Bahkan indikasi mudik dini pun terlihat di moda transportasi laut belakangan ini.

“Jadi, kalau bepergian ada jeda dua pekan untuk melakukan isolasi mandiri. Pelarangan mudik pun sudah terlihat. Sebagian warga nekat mencuri start,” tutur dia.

Durasi itu juga mengingat saat ini seluruh tenaga pendidik dan kependidikan belum menerima vaksin dosis kedua. Sejatinya untuk guru SD sudah terjadwal beberapa hari lalu. Namun, karena kuota vaksin habis, maka mundur penyalurannya. Menunggu pengiriman dari pemerintah pusat berikutnya.

“Harapan kami sebelum PTM dimulai, semua guru sudah mendapat dosis kedua, sehingga aman untuk melakukan PTM,” terangnya.

Kondisi ini menandakan Disdikbud tetap pada rencana awal. Sembari mengikuti perkembangan paparan Covid-19 di Kota Taman. Pasalnya, di situasi pandemi tren kasus aktif menjadi acuan untuk melaksanakan skema pembelajaran.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Kaltim Isran Noor mengaku tidak ingin mengambil risiko besar, apabila kembali dilakukan pembelajaran tatap muka di sekolah. Oleh karena itu, Isran meminta agar seluruh sekolah di Kaltim menunda pelaksanaan pembelajaran tatap muka.

“Selama pandemi Covid-19 ini, saya minta jangan dulu lakukan aktivitas (belajar) tatap muka. Karena kita harus pentingkan kesehatan. Kesehatan adalah yang utama,” sebut Isran Noor

Isran menyadari, memang ada rencana kebijakan pemerintah pusat pada Juli 2021 untuk membuka pembelajaran tatap muka. Namun, ada juga daerah yang sudah melakukan tatap muka tapi terbatas.

Sistem ini pula yang dikatakan Isran yang tengah berjalan di Kaltim saat ini. “Jangan khawatir tertinggal pelajaran. Seluruh dunia juga mengalami suasana yang sama,” jelasnya. (*/ak/ind/k16)


 

Editor : izak-Indra Zakaria
#bontang