Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

BKSDA Amankan Satu Ekor Owa Kalimantan

uki-Berau Post • Jumat, 21 Mei 2021 | 20:00 WIB
AMANKAN: SKW I BKSDA Kaltim mengamankan seekor Owa Kalimantan dari masyarakat Tumbit Melayu.
AMANKAN: SKW I BKSDA Kaltim mengamankan seekor Owa Kalimantan dari masyarakat Tumbit Melayu.

TANJUNG REDEB – Petugas Kantor Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Berau, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim, mengamankan seekor Owa Kalimantan yang dipelihara warga Kampung Tumbit Melayu, Kecamatan Teluk Bayur.

Kepala BKSDA SKW I Berau Dheny Mardiono mengatakan, Owa tersebut didapat dari rumah warga yang terdampak banjir beberapa hari lalu. Warga tersebut dengan sukarela menyerahkan satwa yang telah dirawatnya tersebut. “Satu ekor saja,” katanya.

Ia mengatakan, pihaknya langsung mendatangi lokasi begitu mendapatkan kabar dari warga. Ia mengatakan, warga tersebut mendapatkan Owa saat berada di sungai, kemudian membawanya pulang dan merawatnya.

Dijelaskan Dheny, yang bersangkutan tidak mengetahui bahwa Owa merupakan hewan yang dilindungi oleh Undang-Undang Nomor Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Khususnya pada Pasal 20 yang menggolongkan jenis satwa menjadi dua, yaitu satwa dilindungi (bahaya kepunahan, populasinya jarang) dan satwa tidak dilindungi.

“Kami menjelaskan bahwa Owa adalah salah satu satwa dilindungi, kemudian pemilik mengerti dan menyerahkan satwa tersebut secara sukarela,” ungkapnya.

Sambungnya, Owa yang sudah diselamatkan selanjutnya ditempatkan ke kandang transit yang berada di Kantor BKSDA SKW I Berau. Selama berada dalam kandang transit, satwa akan mendapat pemeriksaan serta pengawasan rutin dari dokter hewan.

“Umurnya kurang lebih setahun,” paparnya.

Untuk sementara waktu, pihaknya akan melihat perkembangan dari Owa tersebut, jika sudah siap untuk dilepasliarkan, maka akan dilakukan pelepasan di Hutan Lindung Sungai Lesan. Ia mengatakan, kondisi Owa tersebut, saat ini sangat jinak, dikhawatirkan, jika langsung dibebaskan tidak akan mampu bertahan hidup di alam liar. “Mungkin sudah terbiasa berinteraksi dengan manusia,” katanya.

Dheny menjelaskan, jika diperlukan rehabilitasi, maka pihaknya akan mengirim Owa tersebut ke pusat rehabilitasi khusus Owa di Kalimantan Tengah.

Saat ini pihaknya sedang membangun pusat rehabilitasi satwa di Kabupaten Berau. “Sedang progres saat ini,” pungkasnya. (hmd/udi)

Editor : uki-Berau Post
#Seputar Berau