BALIKPAPAN-PDI-P dan PKS agaknya ingin segera mengisi kekosongan kursi wakil wali kota (wawali) Balikpapan, setelah meninggalnya Thohari Azis. Terbukti, dalam pertemuan kedua partai bertajuk silaturahmi kebangsaan pada Senin (28/6), hal ini jadi salah satu tema perbincangan.
Silaturahmi itu tersaji di Kantor DPC PDIP Balikpapan di Perumahan Sepinggan Pratama. Kedua pimpinan partai tingkat kota hadir bersama jajaran masing-masing. Dari PKS dipimpin Sonhaji, ketua DPD PKS Balikpapan. Sementara dari PDIP ada Budiono, ketua DPC PDI-P.
Budiono dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kunjungan PKS yang merupakan saudara dari partai koalisi yang telah berjuang bersama pada Pilkada Balikpapan 2020. "Atas nama pribadi dan ketua PDI-P Balikpapan beserta kawan-kawan DPC dan Fraksi PDI-P di DPRD Balikpapan, mengucap terima kasih yang sebesar-besarnya berkenan datang ke rumah perjuangan kami. Mudah-mudahan silaturahmi ini tetap terjaga untuk sinergisitas kita sebagai partai politik tentunya untuk membangun Balikpapan yang lebih baik," ujarnya.
Dalam kesempatan diskusi, Budiono mengatakan, terkait posisi wawali Balikpapan yang lowong saat ini, baik secara tersurat atau tersirat, sudah jelas, sejumlah nama yang diusung PDIP. Seperti yang sudah disampaikan Ketua DPD PDI-P Kaltim pada publik dalam beberapa kesempatan. Ditambahkan Fadlianoor, kader PDIP Balikpapan, pihaknya berpegang pada salah satu amanah Thohari sebelum meninggal. Almarhum yang merupakan Ketua DPC PDIP itu meminta agar koalisi pasca-pilkada bisa berlanjut nyaman, walaupun nanti ada proses dari pengganti wakil wali kota.
Sementara Agung S, wakil ketua Keanggotaan dan Organisasi PDI-P Balikpapan, menilai jangan sampai persoalan siapa yang bakal mengisi posisi wawali ini sampai mengganggu kenyamanan dan persatuan di koalisi. "Kami dari tingkat anak ranting dan tingkatan DPC sepakat untuk mengusulkan figur mengisi posisi (wawali), salah satunya istri almarhum Bapak Thohari. Ini untuk mengurangi gesekan-gesekan di antara partai pengusung. Pada kesempatan ini kami berharap mohon maaf kiranya teman-teman PKS agar dapat mendukung istri almarhum untuk mengganti posisi almarhum," ujar Agung.
Menanggapi paparan-paparan tersebut, Sonhaji menegaskan kebijakan internal PDI-P terkait wawali, siapa pun yang diajukan tentunya akan dihormati dan hargai. "Soal wawali ini saya harapkan juga kiranya bisa dikomunikasikan kepada semua elemen koalisi termasuk PKS nantinya," katanya. (far)
Editor : Wawan-Wawan Lastiawan