Sopir truk merah bermuatan ban pucat pasi. Dia pasrah dimintai keterangan di markas Unit Kecelakaan Satlantas Polresta Samarinda. Sang “monster” jalanan itu menabrak empat kendaraan sekaligus, bahkan membuat Murfat Effendi, pengendara motor tewas di tempat setelah digilas ban dan terseret beberapa meter.
SAMARINDA–Lantunan ayat suci menggema kala langit menuju gelap. Di kala banyak orang hendak kembali dari aktivitas, suara benturan keras membuat suasana tenang berubah kacau sekitar pukul 17.58 Wita, (16/8). Tepat di Jalan P Suryanata, Kelurahan Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu, empat kendaraan diseruduk truk, salah satunya motor yang dikemudikan Murfat.
Darah segar membasahi sebagian jalan. Tubuh Murfat tak bergerak. Murfat tewas di tempat. Setelah itu, warga sekitar berusaha membantu. Nahas, nyawa pengemudi motor itu tetap tak tertolong.
Dari pantauan harian ini melalui rekaman closed circuit television (CCTV) serta beberapa rekaman warga menyebar, truk bermuatan ban datang dari arah Kutai Kartanegara menuju Samarinda. Berawal dari menghantam dua mobil di depannya. Isuzu Panther KT 1130 BY menjadi korban pertama dari kecelakaan maut tersebut. Disusul Toyota Innova KT 8785 NI. Akibat kerasnya benturan, mobil berkelir putih itu naik menghantam median jalan.
Aspiadi (45) saksi sekaligus pengendara mobil tersebut yang hendak pulang setelah bekerja di Tenggarong menuturkan, secara tiba-tiba truk tersebut menabrak sisi kiri belakang kendaraannya. Mobil yang dikemudikan terseret sekitar 10 meter. Meski telah menghantam dua mobil di depannya, laju truk bernopol KT 9775 AK tak langsung melambat. Melainkan tetap melaju dan menyasar kendaraan di depannya.
"Truk itu laju dari turunan gunung sampah. Mobil saya ditabrak dari belakang. Sehabis menabrak saya, truk masih laju dan tabrak kendaraan lain,” ucapnya singkat.
Laju truk kemudian menyasar minibus Daihatsu Luxio KT 1318 N bermuatan telur, hingga kembali naik ke median jalan. Dan rusak parah setelah menghantam pohon di median.
Sementara itu, pengendara motor KT 2503 GZ yang berada tepat di sebelah kiri minibus pengangkut telur tak luput diseruduk truk, yang diduga mengalami masalah pada sistem pengereman.
Murfat yang merupakan warga Bontang terseret puluhan meter serta terlindas truk roda dua belas tersebut. Laki-laki yang berprofesi dosen di Universitas 17 Agustus Samarinda itu seketika dinyatakan meninggal dengan kondisi cedera parah di kepala. “Yang naik motor itu terpental sampai di depan Masjid At-Taufiq, kalau motornya terseret sampai Bankaltimtara,” ucap Rosita, saksi lain di sekitar lokasi kejadian.
Laju kendaraan truk terhenti setelah kembali menghantam mobil bak terbuka yang berada tak jauh dari simpang empat ring road. Warga sekitar kemudian mengamankan sopir truk “maut” tersebut, yang kemudian diamankan Unit Laka Satlantas Polresta Samarinda.
Dikonfirmasi terpisah, Kanit Laka Satlantas Polresta Samarinda Ipda Henny Merdikawati menjelaskan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan. Terkait penyebab kecelakaan hingga kini masih diselidiki.
“Sabar dulu ya, Mas. Masih menyelidiki penyebab pastinya. Sopirnya juga masih diperiksa,” singkatnya. (*/dad/dra/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria