Puluhan pekerja proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) kilang Pertamina Balikpapan mengaku belum dibayar gajinya sejak Mei 2021. Para pekerja yang berjumlah 60 orang ini dibawah naungan PT Berlian Bangun Cipta (BBC)
"Kami ada 60 pekerja belum terima gaji periode 16 Mei sampai 15 Juni dan periode 16 Juni sampai 29 Juli. Jadi hitungannya 1,5 bulan yang belum dibayarkan gajinya," kata Darmawan, salah satu pekerja RDMP yang belum dibayar mgajinya.
Sementara itu, Project Manager (PM) PT BBC, Cepy Ramlan, kepada Balikpapan Pos, membenarkan bahwa perusahaannya mendapatkan kontrak dengan RDMP Balikpapan Joint Operation (Balikpapan JO). Lantaran tidak memiliki kantor di Balikpapan sehingga PT BBC bekerja sama dengan PT Quantum untuk penyediaan tenaga kerja.
"Kantor kita di Bekasi sebab di Balikpapan kami tidak ada kantor. Pekerjaan sudah kita subkan ke PT Quantum. Untuk pembayaran kita ke PT Quantum sudah 75 persen. Pekerjaan kita disetop oleh JO, kita sedang hitung real progres di JO, masih proses dan belum selesai," kata Cepy Ramlan Hidayat, kepada Balikpapan Pos, Senin (23/8).
Direktur PT Quantum Zulkifli ketika dikonfirmasi media ini mengakui, memang ada pembayaran dari PT BBC beberapa bulan lalu. Namun yang menjadi persoalan adalah tagihan terakhir yang diajukan ke PT BBC tidak dicairkan sehingga gaji karyawan belum dibayar.
"Memasuki bulan kelima kami keluarkan tagihan atau invoice lagi dan BBC setuju 10 persen. Itulah yang diulur sama dia (BBC) sampai sekarang anggota kami belum gajian sehingga mereka tidak turun kerja. Begitu tidak turun kerja dilihat oleh JO sehingga BBC melimpahkan kesalahan ke saya. Saya juga bingung kok dilarikan ke saya, sedangkan (BBC) yang tidak bayar,"ujar Zulkifli. (bp-6/vie)
Editor : izak-Indra Zakaria