TANJUNG REDEB — Kasus Covid-19 di Bumi Batiwakkal -sebutan Kabupaten Berau- terus menunjukkan tren menurun. Data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau pada Jumat (5/11), tersisa 8 kasus aktif yang masih menjalani isolasi mandiri. Sementara, 10 kecamatan sudah berstatus zona hijau atau tanpa kasus. Kemudian tiga kecamatan masih berstatus zona kuning yakni Tanjung Redeb, Sambaliung dan Tabalar.
Kepala Dinas Kesehatan Berau, Iswahyudi menuturkan, kasus tertinggi masih di Tanjung Redeb, yakni empat kasus. Sedangkan tambahan kecamatan yang berstatus zona hijau yakni Segah, setelah empat pasien di wilayah tersebut dinyatakan sembuh. “Kecamatan Segah hari ini (kemarin, Red) sembuh empat orang,” ujar Iswahyudi, Jumat (5/11).
Dikatakannya, kasus Covid-19 di Berau terus melandai. Bahkan saat ini ruang perawatan Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai sudah kosong. Dia juga menjelaskan, total kasus terkonfirmasi Covid-19 di Berau sepanjang Maret 2020 hingga 5 November 2021 sebanyak 13.197 kasus, 12.780 kasus dinyatakan sembuh, dan 409 kasus meninggal dunia.
“Angka kesembuhan kita mencapai 96,8 persen. Kita berharapnya tidak ada lagi kasus baru di Berau,” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Berau, Sri Juniarsih menuturkan, meskipun saat ini hanya terdapat delapan kasus aktif, tapi Berau masih pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3. Namun tidak menutup kemungkinan Berau akan masuk pada PPKM level 2. Kendala saat ini diakuinya, karena vaksinasi bagi masyarakat belum mencapai target.
“Tapi kami optimistis, Berau akan segera ke level 2. Mohon dukungannya,” katanya.
Ia menuturkan, upaya yang dilakukan oleh Pemkab Berau dan Satgas Covid-19 yakni dengan terus mempercepat vaksinasi. Saat ini dikatakan bupati, cakupan vaksin sudah mencapai 60 persen lebih.
“Untuk mencapai herd immunity kan harus 70 persen dari total jumlah penduduk. Saya yakin, akhir tahun bisa tercapai,” ungkapnya.
Tidak hanya mempercepat cakupan vaksinasi. Namun bupati juga mengingatkan untuk melakukan pencegahan dan pengendalian penularan Covid-19, baik ditingkat kecamatan, kelurahan hingga RT. Ia meminta dengan tegas, peran RT sebagai perpanjangan tangan bisa lebih aktif mengontrol masyarakat.
“Pencegahan itu penting. Yang lebih penting, jangan terlena dan terbawa euforia, karena Berau sedikit psaien. Tetap waspada, dan taat prokes,” tegasnya.
Untuk program vaksinasi, kata dia, saat ini rutin dilakukan oleh Dinas Kesehatan Berau. Baik untuk masyarakat umum, maupun pelajar. Dirinya meminta masyarakat yang belum mendapatkan vaksinasi dapat segera menghubungi pusat kesehatan terdekat agar dapat mendapatkan vaksin.
“Kami ingin seluruh masyarakat Berau yang wajib vaksin sudah mendapatkan vaksin. Sehingga potensi penularan Covid-19 jauh lebih kecil, dibanding yang belum mendapatkan vaksin,” pungkasnya. (hmd/har)
Editor : uki-Berau Post