Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Air Tawar Sulit Ditemukan di Kawasan Inti IKN

izak-Indra Zakaria • 2021-11-08 10:07:37
ilustrasi waduk Manggar yang menjadi andalan PDAM Balikpapan dalam ketersediaan air. Di Sepaku, susah mencari air tawar. Dan salah satu solusinya adalah membangun waduk.
ilustrasi waduk Manggar yang menjadi andalan PDAM Balikpapan dalam ketersediaan air. Di Sepaku, susah mencari air tawar. Dan salah satu solusinya adalah membangun waduk.

BALIKPAPAN-Ketersediaan sumber air baku di ibu kota negara (IKN) baru kembali disorot para geolog. Pasalnya, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang dicanangkan sebagai kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) IKN, berdiri di atas endapan marin. Sebuah batuan endapan yang terjadi akibat proses sedimentasi air laut, sehingga banyak menghasilkan sumber air asin.

Hal itu disampaikan ahli geologi Awang Harun Satyana, dalam kebangsaan membahas IKN. Dia mengungkapkan, lapisan tanah di IKN baru didominasi lempung. Sedikit mengandung pasir. “Adapun pasir, kalau enggak air asin, ada air tawar sedikit. Karena memang sempat tersingkap dan masuk air meteorit ke dalam lapisan pasir,” ungkapnya.

Karena tanah IKN baru adalah endapan marin, dia menyampaikan jika lebih banyak potensi air asin yang keluar ketimbang air tawar. Sebab, endapan tanah lempung tersingkap, dan meresap air hujan. Resapan air hujan itu masuk sisipan lapisan pasir yang berada di bawah tanah lempung. “Di dalam pasir itu, kadang kita mendapatkan air tawar. Tapi air tawar yang datang dari air hujan belakangan. Karena dia sudah tersingkap. Tetapi pada awalnya adalah air asin yang berada di batu pasir ini,” katanya.

Dengan demikian, ketersediaan air tanah di Kecamatan Sepaku sangat susah ditemukan. Seperti halnya air permukaan. Dia melanjutkan, sumber air yang ada terhubung dengan Teluk Balikpapan, ada Sungai Sepaku, Sungai Wain, Sungai Tengin, dan Sungai Semoi yang merupakan daerah pasang surut. “Jadi air bersih yang merupakan air tawar, itu jadi masalah di sana,” terang Awang.  Sehingga upaya yang ingin dilakukan pemerintah dengan mendatangkan sumber air dari luar wilayah IKN, pun harus melihat keekonomiannya.

Salah satu sumber air yang cukup besar berada di Sungai Mahakam. Yang lokasinya jauh di wilayah utara IKN. “Maka butuh rekayasa teknik yang sangat besar untuk masalah air ini,” pesan dia. Awang menuturkan, sistem pasang surut Teluk Balikpapan juga berimplikasi terhadap sistem sungai di sekitarnya. Dan menjadi tantangan seluruh sungai yang diproyeksikan akan dibendung terhubung dalam satu sistem Teluk Balikpapan. Badan Geologi Kementerian ESDM disebutnya pun pernah meneliti kondisi fisik dasar IKN. Di mana geomorfologinya tersusun oleh bentuk lahan lereng dan lembah. Dengan batuan penyusun yang terdiri dari Formasi Pamaluan, Formasi Bebulu, Formasi Pulaubalang (Nbmp), dan endapan aluvial.

“Jadi ini harus dipikirkan lebih serius, masalah air,” pesannya.

Persoalan ketersediaan air baku ini, sebelumnya menjadi pembahasan dalam kunjungan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono ke Kecamatan Sepaku, 8 Oktober lalu. Untuk kebutuhan air baku di KIPP IKN akan disuplai dari Bendungan Sepaku Semoi, di Desa Tengin Baru, Kecamatan Sepaku, PPU. Akan tetapi, sumber air baku ini tidak mencukupi, sehingga ditambah dari Intake Sungai Sepaku.

Sementara rencana jangka panjang perlu dibangun Bendungan Batu Lepek dan Bendungan Selamayu. Termasuk membangun Bendungan Lambakan di Kabupaten Paser (kapasitas 5 ribu liter per detik) dan Intake Sungai Mahakam (kapasitas 5 ribu liter per detik), serta potensi pemanfaatan air baku, void galian tambang di Kutai Kartanegara (Kukar) dan PPU. Bahkan, Suharso Monoarfa juga melirik waduk yang tengah dibangun oleh PT Arsari Tirta Pranada, anak perusahaan PT ITCI Kartika Utama (ITCIKU) milik Hashim Djojohadikusumo, adik Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto.

Dalam perencanaan yang sempat disampaikan kepada Gubernur Kaltim Isran Noor, bendungan atau danau buatan seluas 19.177 hektare itu nantinya diproyeksikan dapat memutar turbin, sehingga menghasilkan tenaga listrik berkapasitas sekitar 6 megawatt. Lalu air dari bendungan tersebut bisa diolah menjadi air bersih dan air minum. Dengan kapasitas aliran air dari bendungan sebesar 4.550 liter per detik. “Potensi Waduk itu bukan hanya bisa digunakan untuk menyuplai air ke Balikpapan tapi juga menyuplai ke KIPP,” kata Suharso. Ketua DPP PPP itu bahkan menyebut telah bertemu dengan Hashim Djojohadikusumo. Guna membahas potensi bendungan PT ITCIKU tersebut. Dari pertemuan itu, diketahui bahwa waduk yang dibangun ramah lingkungan. “Jadi mereka tidak merusak lingkungan. Bahkan tidak membendung. Itu yang saya tegaskan,” tutup Suharso. (kip/riz/k16)

 

Editor : izak-Indra Zakaria
#ibu kota negara