BALIKPAPAN-Selain Simpang Muara Rapak, beberapa titik rawan kecelakaan di Kota Balikpapan, jadi perhatian Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim. Khususnya tanjakan Mazda di Jalan MT Haryono dan simpang tiga jalan MT Haryono-Syarifuddin Yoes.
Kepala BBPJN Kaltim, Junaidi, mengatakan, dua titik ini memang jadi perhatian utama. Tanjakan Mazda misalnya, BPJN mencatat tingkat kemiringan di sana nyaris 15 persen dengan panjang mencapai 600 meter. Kondisi ini, kata Junaidi, tentu sangat membahayakan pengendara, khususnya truk bermuatan.
“Nanti di sana rencana kami akan pangkas ketinggiannya di puncak dari arah RSKD, antara 7-8 meter, jadi tanjakannya tidak terlalu tinggi lagi,” kata Junaidi.
Sementara untuk simpang tiga Jalan MT Haryono-Syarifuddin Yoes, BBPJN Kaltim rencananya akan dibangun under pass, untuk meminimalisasi potensi kecelakaan lalu lintas. “Desainnya sudah kami siapkan semua, tapi kalau untuk penganggaran mungkin tahun depan baru bisa,” kata Junaidi.
Tahun ini, BBPJN Kalimantan Timur memang memprioritaskan pelebaran jalan dan jalur evakuasi di Simpang Muara Rapak, untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan di titik tersebut.
Junaidi, mengatakan, sudah bertemu Wali Kota Balikpapan untuk membahas rencana tersebut. “Saya sudah bertemu Wali Kota Balikpapan untuk membahas soal pembebasan lahan, supaya kami bisa segera bekerja,” kata dia.
Pembangunan jalur evakuasi serta pelebaran jalan ini, lanjut dia, merupakan solusi paling dekat untuk mengantisipasi terulangnya kecelakaan, seperti Jum’at (21/1) lalu. Sehingga jika ada truk atau kendaraan yang mengalami rem blong, dapat mengambil jalur kiri untuk antisipasi.
Junaidi menargetkan, pelebaran jalan dan pembangunan jalur evakuasi bisa dikerjakan secepat mungkin. Bahkan, jika persoalan lahan bisa segera selesai, maka lelang bisa saja dimulai pekan ini. “Untuk kebutuhan anggaran masih dihitung. Tapi begitu tanahnya siap, nanti akan langsung kami lakukan lelang,” katanya. (hul)
Editor : izak-Indra Zakaria