Luas wilayah Kutai Barat (Kubar) mencapai 20.000 kilometer persegi, sehingga untuk mewujudkan pembangunan tidak bisa seperti membalik telapak tangan.
SENDAWAR - Selain wilayahnya luas, kondisi geografis juga sulit. Karena itu, pembangunan mesti dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran.
“Di era bupati Kubar pertama Rama A Asia, lebih banyak membangun pusat perkantoran. Demikian era Bupati Ismail Thomas dan sebagian infrastruktur. Nah, di era kami berdua (Bupati FX Yapan dan Wabup Edyanto Arkan) juga membangun infrastruktur dan sarana dasar lainnya,” kata Wabup Edyanto Arkan di acara Media Gathering dalam rangka Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Resto Ria Barong Tongkok, Jumat (11/2).
Bukti pembangunan yang sudah dilakukan, kata Wabup, salah satunya adalah jalan ke Kampung Intu Lingau, Kecamatan Nyuatan. Jalan itu kini sudah semenisasi dan jembatannya juga dibangun.
“Cukup ke Lingau (Intu Lingau) memakan waktu hanya 1 jam lebih. Kalau dulu jalan masih tanah dan rusak bisa sampai 3 jam bahkan lebih. Itu pun jika ruas jalan itu masih bisa dilintasi,” ungkapnya.
Padahal, Kampung Intu Lingau salah satu penghasil durian yang cukup banyak. “Bayangkan, kalau dulu dari Intu Lingau ke Melak buah durian rusak di jalan jadi bengkeng (merekah). Tapi sekarang sudah tidak lagi. Warga di sana berterima kasih kepada pemerintah sekarang peduli dengan jalan,” terangnya.
Demikian juga ruas jalan di Kampung Mancong, Kecamaan Jempang. Dulu bisa ditempuh 2–3 jam sekarang hanya 20 menit. Demikian pula kampung lainnya juga tengah dibangun jalan dan jembatan.
Berikutnya pembangunan jaringan listrik, seperti di Kecamatan Muara Pahu, Penyinggahan, Long Iram, Bongan, Siluq Nguai sudah 24 jam. “Dulu hanya 12 jam. Demikian juga di Silug Ngurai, dulunya hanya enam jam. Ini kan sudah ada kemajuan yang kita lakukan,” katanya.
Di era kepemimpinan Bupati FX Yapan dan dirinya akan memfokuskan pembangunan infrastruktur lintas kampung dan kecamatan. Terutama bagi daerah yang memiliki sumber daya alam yang produktif. Seperti perikanan dan pertanian agar hasil panen bisa dijual dengan mudah dan menguntungkan masyarakat. (kri/k16)
RUDY SUHARTONO
rud.kubar@yahoo.com
Editor : izak-Indra Zakaria