Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Program Ilmu Agama Masjid Lapas Klas IIA Balikpapan, Warga Binaan Belajar Fikih hingga Tahfiz Al-Qur’an

izak-Indra Zakaria • Kamis, 24 Februari 2022 - 19:08 WIB
Lapas Klas IIA Balikpapan mendorong warga binaannya dapat mengisi hal yang positif selama menjalani hukuman. Seperti pembelajaran agama Islam, agar menjadi bekal saat bebas.
Lapas Klas IIA Balikpapan mendorong warga binaannya dapat mengisi hal yang positif selama menjalani hukuman. Seperti pembelajaran agama Islam, agar menjadi bekal saat bebas.

Lapas Klas IIA Balikpapan mendorong warga binaannya dapat mengisi hal yang positif selama menjalani hukuman. Seperti pembelajaran agama Islam, agar menjadi bekal saat bebas.

 

SADAR atau tidak, kita pernah atau bahkan sering melakukan kesalahan dan dosa. Tapi, betapa pun banyak dosa yang dilakukan, dan sebesar apapun dosa tersebut, pintu tobat selalu dibuka Allah.

Termasuk kepada para penghuni Lapas Klas IIA Balikpapan. Kesalahan atau dosa masa lalu coba diperbaiki dengan program yang diberikan pihak lapas.

Program dari rumah ibadah Masjid Babut Taubah Lapas Klas IIA Balikpapan diharapkan bisa menambah ilmu agama bagi warga binaan.

Selain sebagai tempat menunaikan salat berjamaah, di masjid inilah warga binaan muslim melaksanakan berbagai program kegiatan kepribadian yang berada di bawah kendali Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik Lapas Klas IIA Balikpapan.

Kasubsi Bimkemaswat Lapas Klas IIA Balikpapan Slamet Riyadi mengatakan, pihaknya ingin membentuk kepribadian dalam diri warga binaan. Upaya ini dimulai dari program kerohanian.

“Program ini harus digalakkan terus-menerus sebagai peningkatan keimanan warga binaan. Perbuatan melanggar hukum di masa lalu oleh warga binaan adalah tak lain kalahnya iman dalam dirinya untuk bisa mengalahkan nafsu yang senantiasa mendorong manusia melakukan perbuatan yang melanggar nilai nilai agama atau yang melanggar hukum,” jelasnya.

Ia menerangkan, program Pembinaan Kepribadian kepada warga binaan umat Islam di Lapas Klas IIA Balikpapan tak lepas juga dari peran pemateri yang terdiri dari berbagai lembaga dakwah. Ada beberapa program pendidikan agama yang diberikan. Mulai dari kegiatan yang diawali dengan pemberantasan buta huruf hijaiah (Al-Qur’an), akidah, fikih-fikih ibadah, ilmu tajwid, public speaking sebagai calon dai hingga pada program tahfiz Qur’an.

Slamet menyampaikan, Majelis Tahfidz Qur’an Babut Taubah Lapas Klas IIA Balikpapan merupakan program paling akhir bagi warga binaan Islam di Lapas Klas IIA Balikpapan.

“Jadi, setelah menjalankan program-program sebelumnya atau beberapa program keterampilan, kami memberikan bekal agama. Para peserta dalam majelis ini tidak terlalu banyak. Aktivitas kesehariannya banyak menghabiskan waktu dalam kegiatan muroja’ah ayat Qur’an yang dihafal,” katanya.

Ia berharap, warga binaan Lapas Klas IIA Balikpapan yang mengikuti program Majelis Tahfidz Qur’an khususnya, bisa menjadi pendakwah atau influencer kepada warga binaan muslim lainnya.

Harapan besar bisa menaikkan kualitas iman dalam dirinya, kemudian mendorong golnya perubahan perilaku warga binaan. Usai mereka menjalani masa tahanan, diharapkan lahir dan batin mereka bisa berubah dan hidup kembali bermasyarakat.

Kepala Lapas Klas IIA Balikpapan Pujiono Slamet mengatakan, para penghuni lapas ini diharapkan bisa kembali bersama keluarga, masyarakat dan tidak menutup kemungkinan kemampuan hafalan yang dimiliki juga dapat dibagikan kepada masyarakat luas.

Salah seorang warga binaan Lapas Klas IIA Balikpapan Renaldi mengatakan, ia masuk lapas karena kasus narkotika. “Jujur, awalnya saya tidak dekat dengan agama. Mengaji saja kurang bisa. Awalnya, saya belum bisa mengaji. Alhamdulillah sekarang sudah belajar menghafal Al-Qur'an, dan banyak mendapat pelajaran yang lain seperti di pondok pesantren pada umumnya,” terangnya.

Sampai saat ini, peserta program kegiatan Tahfidz Qur’an di Masjid Babut Taubah Lapas Klas IIA Balikpapan berjumlah 13 orang, hasil kerja sama Lapas Klas IIA Balikpapan dan Yayasan Ar-Rahmah-LTTQ Balikpapan, dengan metode Al-Haqq, dilaksanakan satu kali pertemuan setiap pekan. (ms/k15)

 

AJIE CHANDRA

ajie.chandra@kaltimpost.co.id

Editor : izak-Indra Zakaria
#Seputar Balikpapan