Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

NGERINYA ...!! Ditegur dan Handphone Disita, Dua Santri Aniaya Guru hingga Tewas

izak-Indra Zakaria • 2022-02-24 12:40:29
Polisi lakukan olah TKP.
Polisi lakukan olah TKP.

SAMARINDA–Suara erangan Eko Hadi Prasetya terdengar jelas selepas salat Subuh. Dia adalah guru mengaji di pesantren yang ada di kawasan Kecamatan Sungai Pinang. Tubuhnya tergeletak di balik dinding pesantren tempat biasa dia mengajar. Pria 43 tahun itu jadi korban penganiayaan yang dilakukan dua santri, (23/2).

Kini, dua pelaku A dan H, yang masih berusia 17 tahun itu mempertanggungjawabkan perbuatannya di Polsek Sungai Pinang. Keduanya diamankan dari area pesantren, tak jauh dari lokasi kejadian penganiayaan.

Terkuaknya kejadian nahas yang menimpa Eko itu lantaran salah satu warga sekitar sempat mendengar teriakan Eko, adalah Syamsudin. Pasalnya, dia juga tak lama baru selesai salat Subuh. Suara gaduh sempat pula didengarnya. Kala dia berusaha mencari sumber suara tersebut, dua orang lari tunggang langgang mengarah ke perbukitan. Sementara itu, tubuh Eko jatuh bersimbah darah. “Dengar teriakan. Kayak orang pukul-pukul juga dengar,” ungkapnya. Posisi korban yang jatuh tersungkur, dia berusaha mendekat. Namun, tidak berani memegang. “Jadi nunggu warga lain juga, mukanya itu penuh darah,” sambungnya. Saksi hanya mengetahui bahwa korban memang kerap mengajar sebagai guru mengaji di pesantren tersebut. Setelahnya, dia memanggil warga sekitar.

Tubuh Eko sempat dilarikan ke rumah sakit. Sayang, nyawanya tak tertolong karena penganiayaan yang diterimanya. Kejadian tersebut pun sampai ke telinga aparat penegak hukum. Jajaran Inafis Satreskrim Polresta Samarinda pun langsung menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP). Namun, tak sulit bagi polisi untuk menemukan pelakunya. Selang beberapa jam setelah kejadian, A dan H akhirnya dijemput dari pesantren tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Sungai Pinang Ipda Bambang Suheri menerangkan, kedua pelaku diamankan sekitar pukul 10.00 Wita. “Awalnya sempat enggak mau ngaku tuh, tapi setelah kita telusuri, dan terus kami tanya, akhirnya mereka mengaku,” tegas perwira pertama Polri berpangkat balok satu tersebut. “Hasil pemeriksaan awal bahwa yang bersangkutan merasa sakit hati karena HP disita korban, tapi masih diperiksa secara keseluruhan,” sambungnya. Inafis pun sudah melakukan reka adegan awal. Sementara itu, dari visum di tubuh korban, ada luka di beberapa bagian tubuh korban. Robek di bagian kepala, dahi kanan, dan punggung. Diduga akibat pukulan menggunakan benda tumpul. (dra/k8)

Editor : izak-Indra Zakaria
#kriminalitas