Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Genjot PAD dari Pariwisata, Rencana Bentuk UPTD Pelestarian Budaya

izak-Indra Zakaria • Kamis, 3 Maret 2022 - 22:12 WIB
BISA MEMBANTU: Keberadaan pariwisata di Samarinda memang masih terbilang minim. Namun, ada potensi maksimal yang dimanfaatkan untuk bisa genjot pendapatan daerah, seperti destinasi wisata Desa Budaya Pampang dan Kampung Tenun, dan lainnya.
BISA MEMBANTU: Keberadaan pariwisata di Samarinda memang masih terbilang minim. Namun, ada potensi maksimal yang dimanfaatkan untuk bisa genjot pendapatan daerah, seperti destinasi wisata Desa Budaya Pampang dan Kampung Tenun, dan lainnya.

Pemkot Samarinda tengah menyusun kajian untuk menggenjot pendapatan asli daerah (PAD), khususnya dari sektor pariwisata dan kebudayaan lewat pembentukan unit pelaksana teknis dinas (UPTD) di beberapa destinasi wisata.

 

SAMARINDA–Meski jarang dilirik sebagai daerah destinasi wisata, Samarinda sejatinya punya banyak potensi yang menjanjikan. Sebut saja wisata Desa Budaya Pampang, Kampung Tenun, serta lainnya yang kerap mengundang decak kagum.

Penyusunan kajian itu ditempuh agar pengelolaan destinasi lebih maksimal, dan pemerintah bisa menyalurkan anggaran untuk peningkatan infrastruktur, selain diharapkan turut menambah pemasukan dari pajak atau retribusi.

Asisten III Pemkot Samarinda Ali Fitri Noor menerangkan, sebagai kota penyangga ibu kota negara (IKN), Kota Tepian harus lebih inovatif untuk mengembangkan daerah. Keberagaman suku yang hadir menjadi nilai tambah untuk bisa dikembangkan, sehingga kelestariannya bisa terjaga. “Samarinda itu sangat heterogen, kalau bisa digali dan dikembangkan, tentu destinasi yang dimiliki semakin variatif,” ucapnya, Rabu (2/3).

Dia menyebut, dengan pembentukan UPTD, lokasi-lokasi yang ada bisa mendapat kucuran APBD secara khusus untuk meningkatkan sarana dan prasarana atau infrastruktur pendukung. Ketika destinasi bisa berkembang, industri kreatif atau UMKM di sekitarnya diharapkan bisa ikut bertumbuh. “Keuntungan bagi pemerintah selain ekonomi dan taraf hidup warga bisa meningkat, pajak-pajak dari restoran atau toko suvenir di sekitar destinasi bisa masuk PAD,” ujarnya.

Saat ini bagian organisasi Pemkot Samarinda telah diminta melakukan kajian pembentukan UPTD, apakah cukup hanya satu atau lebih menyesuaikan jumlah destinasi akan disampaikan dalam hasil kajian tersebut. Misalnya kebudayan Dayak di Kelurahan Budaya Pampang, Kampung Nasi Kuning, Kampung Ketupat, Kampung Tenun, atau Museum Taman Samarendah dan sebagainya.

“Targetnya 2023 sudah launching, semoga tahun ini segala persiapan bisa dilaksanakan,” tutupnya. (dra)

 

DENNY SAPUTRA

@dennysaputra46

Editor : izak-Indra Zakaria
#pemkot samarinda #samarinda