TANA PASER - Kabupaten Paser mendapatkan alokasi yang cukup besar dari Perpustakaan Nasional RI. Pada 2022 ini, ada mobil perpustakaan keliling (pusling) senilai Rp 700 juta, dan bantuan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial sekitar Rp 5 miliar. Selain itu, ada dana alokasi khusus (DAK) sekitar Rp 12,5 miliar pada 2023.
Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI Muhammad Syarif Bando berharap bupati Paser mendukung pembangunan ini. Ke depan program Perpusnas RI lebih banyak membangun fisik.
"Jangan sampai usulan bangun perpustakaan malah dibangun jembatan seperti di daerah lain," kata Syarif, Senin (14/3). Selain itu, ke depan Perpusnas RI bersinergis dengan Bappenas dan Kementerian Keuangan, agar tiap ada anggaran pembangunan langsung ditetapkan titik koordinatnya.
Bupati Paser Fahmi Fadli mengatakan, Paser saat ini masih berjuang masalah infrastruktur. Masih banyak kekurangan, dari jalan, jaringan komunikasi, listrik, hingga kebutuhan hajat penting lainnya. Masih banyak desa yang sarana infrastruktur jalannya memprihatinkan. Untuk itulah, pemerintah daerah memperjuangkan memperbaiki ini semua ke depan.
"Kehadiran para pejabat pusat merupakan langkah yang paling tepat. Setidaknya kegiatan pemerintah pusat bisa dialokasikan ke sini," kata Fahmi.
Bantuan gedung perpustakaan dan mobil perpustakaan ini, ucap dia, sangat dibutuhkan. Untuk mengembangkan minat baca, wawasan, dan perangkat lainnya yang belum lengkap. Berbeda dengan di kota.
"Saya yakin, kehadiran tiga pejabat pusat menjadi titik nol kemajuan Paser ke depan seperti kegiatan di titik nol ibu kota negara PPU hari ini," kata Fahmi. Lahan untuk gedung perpustakaan di Paser ialah di Jalan Jenderal Sudirman, bekas gedung Kelurahan Tanah Grogot atau sebelah Awa Mangkuruku. (far/k16)
M Najib
Editor : izak-Indra Zakaria