Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Dendi Suryadi, Danrem yang Juga Putra Kutai Pertama Berpangkat Jenderal di TNI AD (2-Habis)

izak-Indra Zakaria • Rabu, 23 Maret 2022 - 20:22 WIB
Kolonel Inf Dendi Suryadi (depan)
Kolonel Inf Dendi Suryadi (depan)

Banyak yang menantikan kiprah Kolonel Inf Dendi Suryadi sebagai Danrem 091/Aji Surya Natakesuma. Terlebih dia disebut menjadi putra daerah pertama yang mengisi posisi Danrem tersebut.

 

DWI RESTU, Samarinda

dwirestu.amrullah@gmail.com

 

M RIDHUAN, Balikpapan

mad.dhuan@gmail.com

 

KEDISIPLINAN yang membuat karier Kolonel Inf Dendi Suryadi terus melejit. Lulus dari Akademi Militer (Akmil), Dendi ditugaskan ke Jawa Timur dan pernah ikut dua kali operasi di Timor Timur.

Selama itu, dia mengaku suka dan duka sebagai prajurit dirasakan. Apalagi kala itu pada 1994–1995, di operasi pertamanya, dirinya dipercaya memimpin sebagai komandan peleton (danton). Kemudian operasi kedua pada 1998–1999 dia bertugas sebagai komandan kompi (danki). “Operasi ini mengajarkan saya bagaimana bisa erat dengan anak buah saya. Kami senasib seperjuangan menghadapi ancaman di daerah operasi,” ujarnya.

Karena disiplin dan kepemimpinannya itu, Dendi diberi amanat sebagai Wadan Yonif Raider 613/Raja Alam. Kariernya terus meningkat hingga pada 2011 dirinya berkesempatan memimpin sebagai Komandan Kodim 0906/Kutai Kartanegara hingga 2014. Di sisi lain, Dendi selama menjadi prajurit, dia tidak melupakan pendidikan. Kuliahnya pun dilanjutkan di Universitas Kadiri, Kediri, Jawa Timur.

“Tujuh tahun saya di Fakultas Hukum. Kemudian tahun 2013 lanjut ambil S-2 di Universitas Brawijaya. Tapi itu kelas kerja sama dengan Unmul (Universitas Mulawarman). Karena saat itu belum ada S-2 Hukum di Unmul. Jadi kuliahnya tetap di Samarinda,” jelasnya.

Hingga 2021, Dendi menjabat kepala Staf Korem 043/Garuda Hitam. Pada 25 Februari lalu, dia dipromosikan menjadi Danrem 091/Aji Surya Natakesuma. Dandi menggantikan pejabat lama Brigjen Cahyo Suryo Putro.

Dengan jabatan baru tersebut, otomatis Kolonel Inf Dendi Suryadi akan naik pangkat setingkat lebih tinggi menjadi Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI. Dia pun mencatat sejarah. Menjadi putra daerah Kaltim pertama yang menerima pangkat jenderal di TNI AD.

“Kebetulan saya belum adakan penelitian tentang ini. Tetapi kalau dari TNI AU itu pernah ada orang Kukar yang jadi jenderal angkatan ‘68,” terang Dendi saat dikonfirmasi terkait putra Kaltim yang berpangkat jenderal.

Namun, bagi dia, apapun pangkatnya, seorang prajurit memiliki tugas untuk mengabdi kepada bangsa dan negara. Apalagi tentara tidak bisa maju tanpa dukungan rakyat. Tak mungkin TNI mampu menjaga kedaulatan Indonesia sendirian.

Sesuai Undang-Undang Dasar Tahun 1945 (UUD 1945) mengatur mengenai Upaya Bela Negara yaitu ketentuan Pasal 27 Ayat (3): “Setiap warga negara berhak dan wajib ikut dalam upaya pembelaan negara,” dan Pasal 30 Ayat (1): “Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.”

“Semua tugas saya jalankan sesuai konstitusi yang diamanahkan UUD 1945. Dan dalam perjalanan karier saya sangat menikmatinya,” pungkas dia.

Kembalinya Dendi ke Kaltim menuai respons positif dari Gubernur Kaltim Isran Noor. Dia pun memuji sepak terjang salah satu putra daerah terbaik tersebut. Isran mengungkapkan kebanggaannya terhadap dipilihnya Dendi Suryadi sebagai Danrem 091/Aji Surya Natakesuma.

Kebanggaan itu disampaikan Isran saat pisah-sambut Komandan Resort Militer (Korem) 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) Samarinda dari Brigjen Cahyo Suryo Putro ke Kolonel Inf Dendi Suryadi di Aula Wira Yudha Makorem 091/ASN, Kamis (17/3). “Saya sangat bangga, sebab Kolonel Dendi ini putra Kaltim yang pertama menjadi Danrem di sini,” ungkap Isran.

Bahkan, Isran yakin, kehadiran Dendi tidak semata-mata kebetulan. Tetapi sebuah desain yang sudah diatur oleh Tuhan. Mengingat tantangan di Kaltim semakin besar. Karena menjadi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Yang bakal memerlukan sosok pemimpin yang andal dan bisa dipercaya masyarakat. Menjaga kondusivitas Kaltim dan berjiwa besar dalam mengamankan IKN. “Semua harus mampu bekerja sama. Termasuk gubernurnya jangan merasa pintar sendiri,” ungkap Isran.

Didapuknya Dendi sebagai komandan Korem 091/ASN, tentu membuat warga Bumi Etam bangga. Alumnus Akmil 1993 itu menghabiskan masa kecilnya di ibu kota Kaltim. Memiliki darah putra daerah dari sang ibu yang asli warga Kutai, membuat Sultan Kutai Adji Muhammad Arifin bangga.

Hadir menyambut kehadiran Dendi, sang sultan mengungkapkan rasa bangganya terhadap Dendi. “Sudah memang jejak dia (Dendi) sebagai pemimpin. Yang sebelumnya bukan putra daerah saja kami sangat monggo. Kami tentu sangat bersyukur,” ungkapnya.

Dia pun ingin Dendi terus melanjutkan seluruh hal-hal positif yang pernah dilakukan sebelumnya. “Sebagai putra daerah tentu membawa Kalimantan, khususnya Kaltim, bisa menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Begitu pun dengan Wali Kota Samarinda Andi Harun, yang mengapresiasi Dendi sebagai pimpinan Korem 091/ASN. “Tentu bangga, akhirnya ada putra daerah seorang prajurit sejati yang bisa bertugas memimpin sebagai Danrem,” ujarnya.

Namun, pria yang akrab disapa AH itu menyebut sebagai pemimpin para prajurit menjadi tantangan tersendiri bertugas di daerah sendiri. “Didoakan bersama supaya bisa lebih sukses, dan apa yang sudah tercapai bisa terus ditingkatkan,” tegasnya. (rom/k8)

Editor : izak-Indra Zakaria