Melihat kondisi Stadion Olahraga Panglima Sentik yang rusak, KONI PPU dan Plt Bupati PPU Hamdan datang ke Kemenpora untuk mengajukan proposal perbaikan.
PENAJAM - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Penajam Paser Utara (PPU) memerlukan anggaran Rp 143,5 miliar untuk memperbaiki Stadion Olahraga Panglima Sentik di Jalan Propinsi, Km 8, Nipahnipah, Kecamatan Penajam, PPU, yang rusak parah.
Proposal pengajuan dana sebesar itu lengkap dengan item perinciannya sudah diserahkan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati PPU Hamdam bersama Ketua KONI PPU Salehudin ke Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di Jakarta, baru-baru ini.
Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Chandra Bhakti yang menerima dokumen tersebut, mengatakan, proposal seharusnya dikirim ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR). “Tetapi, nanti dari sini kami teruskan ke Kementerian PUPR. Kami mendukung upaya ini,” kata Chandra Bhakti.
Ketua KONI PPU Salehudin, kemarin menguraikan telah berkoordinasi dan konsultasi dengan konsultan perencana CV. Dilla Indra Pratama, dengan melakukan survei, investigasi dan desain (SID) Stadion Panglima Sentik, dan diperoleh estimasi rencana anggaran dan biaya pekerjaan rehab Stadion Panglima Sentik sebesar Rp 143,5 miliar itu.
Ia menguraikan ada empat item dengan sub item pekerjaan stadion, yaitu pekerjaan lapangan bola, pekerjaan tribune utama, pekerjaan tribune terbuka, pekerjaan mekanikal dan elektrikal dengan jumlah total Rp 135. 335.963.000. “Lalu, ada pekerjaan lain, seperti jalan lingkungan, dan lain-lain, yang jumlah total biayanya Rp 143,5 miliar,” kata Salehudin.
Dikatakannya, Stadion Panglima Sentik yang gedungnya dipakai untuk berkantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Kantor KONI PPU itu sudah lama rusak parah. Plafon di beberapa titik rusak. Akibatnya, apabila hujan terjadi bocor, dan airnya menggenangi lantai di sebagian besar ruangan, termasuk pada tribune utama di lantai dua.
Plt Bupati PPU Hamdam menambahkan, kedatangannya ke Jakarta itu sebagai dukungan pemerintah daerah untuk mengakomodasi peningkatan sarana olahraga di daerah. "Kami disambut dengan terbuka dan kami diberi dukungan. Kami dijelaskan terkait sarana dan prasarana memang bukan ranah Kemenpora, namun rekomendasi terkait itu akan mereka berikan ke Kementerian PUPR karena yang akan mengerjakan sarana dan prasarana olahraga itu," kata Hamdam.
Perbaikan dan penambahan sarana olahraga, kata dia, sangat penting, untuk menunjang pelaku olahraga dan masyarakat PPU khususnya. Tidak hanya itu, sarana olahraga bisa digunakan untuk gelar event nasional dan jika memungkinkan skala internasional. (rdh/k16)
ARI ARIEF
ari.arief@kaltimpost.co.id
Editor : izak-Indra Zakaria