Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Kenangan Risti Utami Dewi Nataris tentang Mendiang Thohari Aziz, Daftar sejak 2014, Jalani Badal Haji setelah Dipisahkan Maut

izak-Indra Zakaria • Senin, 6 Juni 2022 | 08:26 WIB
BERANGKAT: Risti Utami Dewi Nataris (berkacamata) menjalani manasik haji di Asrama Haji, Balikpapan Timur. ANGGI P
BERANGKAT: Risti Utami Dewi Nataris (berkacamata) menjalani manasik haji di Asrama Haji, Balikpapan Timur. ANGGI P

Thohari Aziz bukan saja imam dan pencari nafkah. Melainkan sahabat, mentor, dan pendukung utama untuk Risti dan anak-anaknya. 

ULIL M, Balikpapan

yin.khazan@gmail.com

 

Belasan tahun membina rumah tangga. Panas-hujan dilalui bersama. Membawa impian menunaikan ibadah haji berdua. Tapi Tuhan telah berkehendak beda.

“Kita hanya bisa merencanakan, Tuhanlah yang menentukan,” ucap Risti Utami Dewi Nataris, istri almarhum Wakil Wali Kota Balikpapan terpilih Thohari Aziz, kala bertemu awak media beberapa waktu lalu usai menjalani penataran manasik haji di Asrama Haji, Balikpapan Timur.

Risti bersikap ramah kepada siapa pun. Tetap anggun walau mengenakan busana sederhana. Mengenakan masker senada jilbab segiempat berwarna cokelat yang membalut kepalanya. Bergamis panjang menutupi mata kaki, di pelataran Masjid Al-Mabrur di dalam area asrama haji, sembari duduk santai dia bercerita.

“Mestinya kami berangkat haji 2019 lalu. Tapi karena Covid-19, jadi tertunda. Alhamdulillah, 2022 boleh berangkat, walau cuma saya sendiri tanpa Bapak,” ujar ibunda dari Amru Revo Adianto dan Rafief Baskoro Fanani itu. 

Bercampur aduk perasaannya. Berusaha tegar. Sorot matanya menjadi lebih hangat. Dia terdiam seketika sebelum melanjutkan pembicaraan tentang almarhum suami, Thohari Aziz. Setahun lebih sudah pria yang telah setia menjadi mendampinginya tersebut kembali ke pangkuan Sang Khalik.

Thohari meninggal di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (SRPB). Setelah beberapa hari menjalani perawatan intensif disebabkan Covid-19 dan komorbid. Pria kelahiran Magetan, Jawa Timur, itu pergi untuk selamanya pada Rabu, 27 Januari 2021.

Thohari mempersunting Risti setelah perkenalan oleh pihak keluarga pada 2001. Kurang dari setahun, keduanya mengucapkan ikhrar setia dan menikah pada 21 September 2002. Kehidupan setelah pernikahan tidak langsung mulus. Saling menemani di masa susah ataupun senang.

Suaminya bukan hanya berperan sebagai imam maupun pencari nafkah untuk keluarga, melainkan sahabat, mentor, dan pendukung utama bagi Risti maupun anak-anaknya. 

Tanpa sosok sang suami dia jelas kehilangan. Banyak sekali kenangan terukir sulit untuk dilupakan. Rindu selalu menggantung di antara malam dan di atas sajadahnya yang tergerai. Doalah menjadi pengantar pesan cintanya.

Mulai menata kembali kehidupan bersama kedua buah hati. Sang penyemangat serta pelipur lara. Di hadapan kedua jagoannya, dia tidak ingin terlihat lemah. Selalu berjuang. Berusaha menjadi ayah dan ibu sekaligus. Tidak mudah memang. Namun, dia berharap sang anak mengerti tentang jalannya kehidupan.

“Terima kasih atas segala perhatian warga Balikpapan terhadap keluarga saya. Doakan saya semoga selalu kuat dan sehat, menjadi single parent bagi kedua anak saya. Semoga mereka jadi anak yang sukses meski Bapak tidak ada,” harapnya.

Siapa yang dapat mengetahui bagaimana kehidupan seseorang akan berakhir. Dia pun tidak menyangka. Padahal sudah cukup lama ingin dapat pergi haji berdua. Almarhum Thohari dan Risti memercayakan layanan ibadah haji plus kepada NRA Tour and Travel. Mendaftar sejak 2014.

Sepeninggal itu, kuota haji atas nama sang suami terpaksa dibatalkan, kedua anaknya tidak bisa menggantikan posisi ayah mereka karena masih disibukkan kegiatan sekolah.

“Baru kali ini pula saya berangkat haji. Sekaligus membadalkan haji buat Bapak (Thohari Aziz),” ungkapnya.

Menghadirkan perasaan luar biasa setelah tertunda beberapa tahun, sedih, senang, haru semua rasa berkecamuk di hatinya. Legawa dan harus ikhlas. Tanpa harus didampingi suami. Belum sepenuhnya kembali normal, kuota haji diketahui masih terbatas. Belum banyak orang dapat berangkat. Dia berharap, pada tahun depan, kuota haji kembali normal.

Walaupun telah dilonggarkan, protokol kesehatan baginya sangat penting. Terutama penggunaan masker di Tanah Suci, guna mencegah debu maupun penyakit lain. Terlebih cuaca ekstrem pada musim haji.

“Kesehatan sangat penting, apalagi saya sudah menjadi alumni Covid-19. Selain itu, mental harus dijaga pula. Semoga semua berangkat dan pergi dalam keadaan lancar, serta sehat. Saya pun yakin, Bapak (Thohari Aziz) di sana juga bahagia,” kata Risti.

“Semua peristiwa pasti memberikan sebuah pelajaran penting, bagaimana menghargai orang lain dan mencintai orang yang mencintai kita,” pungkasnya.

NRA Tour and Travel Balikpapan direncanakan akan membawa belasan jamaah menuju Arab Saudi pada akhir Juni atau awal Juli mendatang. Penawaran biaya perjalanan ibadah haji plus di tahun 2022 ini mulai Rp 160–170 juta. (dwi/k8) 

 

Editor : izak-Indra Zakaria