Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

“Ramai-Ramai” Atasi Jalan Teratai, Warga Perbaiki Swadaya, Pemprov Tutup Lubang, Pemkot Tangani Fisik

izak-Indra Zakaria • 2022-06-22 13:31:56
SEMENTARA: Kondisi berlumpur imbas perbaikan yang tidak tepat terlihat di Jalan Teratai, Kelurahan Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang, sehingga kendaraan roda dua yang melintas harus ekstrahati-hati, Selasa (21/6).
SEMENTARA: Kondisi berlumpur imbas perbaikan yang tidak tepat terlihat di Jalan Teratai, Kelurahan Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang, sehingga kendaraan roda dua yang melintas harus ekstrahati-hati, Selasa (21/6).

Kerusakan di Jalan Teratai, Kelurahan Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang, membuat berbagai pihak turut membantu. Salah satunya Pemprov Kaltim melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-Pera) yang turut andil dalam perbaikan sementara.

 

SAMARINDA–Keluhan masyarakat yang “diabaikan” perihal kondisi Jalan Teratai yang dibiarkan rusak bertahun-tahun, pemerintah akhirnya mulai melakukan perbaikan perlahan. Warga juga ramai-ramai secara swadaya melakukan perbaikan beberapa hari sebelumnya.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PUPR-Pera Kaltim Irhamsyah menegaskan, jalan tersebut merupakan milik Pemkot Samarinda. Namun, pihaknya tidak “tutup mata” dan telah berkoordinasi dengan tim UPTD Pemeliharaan Infrastruktur Wilayah II agar melakukan perbaikan, terutama di lokasi yang rusak berat. “Harus sinergi, kami melakukan penghamparan agregat dan batu gunung di titik yang berlubang. Sambil menanti perbaikan fisik berupa rigid dari Pemkot Samarinda,” ucapnya, Selasa (21/6).

Lebih terperinci soal perbaikan, Kepala UPTD Pemeliharaan Infrastruktur Wilayah II Dinas PUPR-Pera Kaltim Joniansyah mengaku sudah dua minggu belakangan pihaknya melakukan perbaikan di Jalan Teratai, namun hanya di titik yang rusak. Karena status jalan milik pemkot, pihaknya tidak melakukan perbaikan fisik. “Kami hanya membantu perbaikan minor dengan menutup lubang dengan batu gunung yang dilapisi agregat,” ucapnya. “Penanganan harus tepat, jika tidak maka akan menyebabkan bahaya lain,” sambungnya.

Dia menjelaskan, sejak Senin (20/6), timnya kembali turun menghampar batu gunung di beberapa titik yang rusak parah. Tujuannya agar truk yang melintas tidak terperosok atau terguling, mengingat jalur tersebut merupakan perlintasan kendaraan-kendaraan berbadan besar, yang tentunya juga bermuatan besar. “Jangan sampai ada kecelakaan berat. Kami menghindari itu,” ucapnya.

Timnya akan selalu siaga sampai pelaksanaan fisik pembangunan jalan oleh Dinas PUPR Samarinda terlaksana. Koordinasi pun aktif dilakukan agar perbaikan di sana berjalan simultan. “Kami terus mengawasi. Jika batu gunung kami ambles akan ditambah lagi. Terpenting jalan bisa lancar dilintasi dan tidak menyebabkan kemacetan,” tutupnya.

Sebelumnya, pemkot melalui APBD 2022 menganggarkan Rp 5 miliar untuk peningkatan jalan berupa rigid atau perkerasan beton semen sepanjang 500 meter dengan lebar 6 meter, seperti kondisi eksisting. Dengan perbaikan itu diharapkan kerusakan di jalan penghubung antara Kecamatan Loa Janan Ilir menuju Kecamatan Sungai Kunjang ke arah kota bisa lancar.

“Dokumen lelang sudah siap, tinggal menunggu tim UKPBJ Samarinda mengunggah ke laman LPSE,” ucap Budy Santoso Kabid Bina Marga Dinas PUPR Samarinda, Senin (20/6). (dra/k8)

 

DENNY SAPUTRA

@dennysaputra46

Editor : izak-Indra Zakaria