Usia bayi dan balita paling senang bermain dan melompat-lompat di lantai ubin. Selain harus bersih dari kuman, pastikan lantai di rumah Anda tidak licin dan aman untuk anak. Pastikan pula tak ada bagian yang retak atau pecah karena bisa membahayakan anak.
Laporan Natural Baby Life, lantai ubin harus aman bagi anak saat anak sudah mulai merangkak hingga berguling. Orang tua diminta melakukan pemeriksaan lantai agar tetap aman bagi bayi mereka. Jika Anda memiliki lantai keramik, ada beberapa tips membuatnya aman untuk bayi dan anak.
Apa saja?
1. Jangan Licin
Karena permukaannya yang licin dan halus, lantai keramik dapat menimbulkan bahaya terpeleset pada bayi.
2. Jangan Pecah dan Retak
Permukaan yang keras, retak, dan pecah, lebih cenderung menyebabkan anak cedera. Lantai keramik bisa berbahaya bagi bayi, terutama saat mereka mulai lebih banyak bergerak.
Dalam perbincangan bersama Superfix dan Supergrout A+, solusi ubin dari Aquaproof, Handi Wijaya dari PT Adhi Cakra Utama Mulia mengatakan ubin merupakan campuran pasir, semen, dan sebagainya yang dipakai untuk lantai atau dinding, biasanya dibuat berbentuk persegi empat dan persegi panjang. Ubin juga sering disebut tegel, umumnya ubin dapat dengan mudah ditemukan di berbagai area rumah seperti kamar mandi, ruang tamu, dapur, kamar, teras, dan lain-lain.
Ubin menjadi salah satu faktor penting di rumah yang berfungsi untuk melindungi permukaan dan mempercantik rumah.
Namun ada beberapa kasus yang kerap terjadi pada ubin seperti ubin pecah, menggelembung, terangkat, retak dan kopong.
“Lantai ubin yang terangkat juga dikenal dengan istilah popping. Lantai ubin terangkat (popping) akan rentan pecah apabila tidak sengaja terinjak dan bisa membahayakan penghuni rumah terutama anak kecil,” katanya kepada wartawan baru-baru ini.
Ada beberapa hal penyebab lantai ubin pecah dan retak. Pertama, pengurangan kandungan pada perekat semen yang telah dicampur (semen, pasir, dan air) sehingga perekat ubin mengalami penyusutan. Campuran perekat (semen, pasir, dan air) yang tidak merata menyebabkan ada bagian bawah lantai yang kosong sehingga terdapat udara yang terjebak dan ketika mengalami pemuaian akan mendorong ubin ke atas.
Beban berat pada lantai yang membuat salah satu bagian ubin lebih turun atau tidak merata. Pergerakan mikro seperti rumah-rumah yang terletak di pinggiran jalan raya, atau pinggiran rel kereta mengalami getaran akibat lalu lalang kendaraan dapat memengaruhi bagian-bagian bangunan termasuk ubin. Pemilihan bahan yang kurang berkualitas, baik pada jenis ubin dan perekat ubin.
“Maka cara mudah mengatasi lantai ubin pecah, menggelembung, terangkat, retak, dan kopong yaitu dengan menggunakan perekat ubin yang merekatkan jauh lebih kuat dibanding semen biasa atau semen instan lainnya,” jelasnya.
“Kombinasi perekat ubin dan pengisi nat adalah pilihan yang tepat mengatasi permasalahan ubin terutama ubin pecah dan terangkat (popping). Sehingga ubin terlindungi serta dapat meningkatkan estetika rumah,” tambah Handi.
3. Pasang Karpet
Untuk melindungi lantai keramik bagi anak, pertimbangkan untuk menambahkan karpet atau tikar busa ke ruangan. Atau memperbarui lantai menjadi karpet yang lebih ramah bayi. Sebagai alternatif, biarkan bayi Anda bermain di halaman bermain selain di lantai. (jpc)
Editor : izak-Indra Zakaria