Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Ini Dia Jembatan Gantung Terpanjang di Kaltim

izak-Indra Zakaria • Sabtu, 6 Agustus 2022 | 13:12 WIB
PERJUANGAN WAKIL RAKYAT: Irwan (ketiga kanan) saat meresmikan Jembatan Telaga Abadi yang memudahkan akses masyarakat dua desa di Kecamatan Batu Ampar.
PERJUANGAN WAKIL RAKYAT: Irwan (ketiga kanan) saat meresmikan Jembatan Telaga Abadi yang memudahkan akses masyarakat dua desa di Kecamatan Batu Ampar.

SANGATTA – Masyarakat Desa Telaga dan Desa Sumber Makmur, Kecamatan Batu Ampar, Kutai Timur (Kutim), akhirnya bisa bernapas lega. Kini mereka memiliki jembatan gantung sebagai akses penyeberangan, setelah puluhan tahun harus menggunakan perahu untuk melintasi sungai.

Jembatan itu dibangun menggunakan dana APBN Rp 6,5 miliar yang diperjuangkan anggota Komisi V DPR RI dapil Kaltim asal Kutim, Irwan. “Sudah beberapa jembatan gantung di Kutim yang terbangun. Sebelumnya ada di Bengalon dan Batu Ampar,” terang Irwan saat meresmikan jembatan kapasitas beban 2 ton tersebut.

Kendati demikian, penting juga membangun jembatan permanen di Desa Telaga, sehingga seluruh kendaraan bisa melintas dan bisa mempersingkat waktu perjalanan dari Kecamatan Batu Ampar menuju Muara Bengkal.

Selain itu, yang paling prioritas untuk masyarakat Batu Ampar pada umumnya adalah konektivitas infrastruktur jalan. Seperti jalan penghubung dari Kecamatan Rantau Pulung hingga Batu Ampar. Padahal, jalannya tidak terlalu panjang, tetapi masih rusak. “Ini yang harus dituntaskan bersama. Dengan mencari opsi-opsi terbaik,” katanya.

Secara kebetulan, kata dia, revisi Undang-Undang (UU) Jalan akan lebih menguntungkan. Sebab, dana APBN bisa dipergunakan untuk membangun jalan daerah, dengan ketentuan pemerintah daerah tidak bisa menanganinya menggunakan APBD.

Selain itu, dana alokasi khusus (DAK) dapat menjadi alternatif untuk pembangunan infrastruktur jalan. Begitu pula bantuan keuangan (bankeu) dari provinsi. “Walaupun masih ada beberapa segmen yang masuk kawasan budi daya kehutanan, tapi itu harus dituntaskan,” tegasnya.

Sementara itu, Kasatker BBPJN Kaltim Andre mengatakan, panjang jembatan gantung tersebut mencapai 120 meter. Dengan konstruksi fondasi profile beban maksimal 2 ton dan untuk manusia yang lewat bisa 40 orang.

“Diharapkan masyarakat bisa bersama-sama menjaga jembatan ini, terutama kapasitasnya, sehingga tidak melebihi kapasitas yang dianjurkan,” harapnya.

Menurutnya, jembatan tersebut merupakan jembatan gantung terpanjang di Kalimantan Timur. Selain itu, setelah membangun jembatan ini, nantinya Kementerian PUPR akan menyerahkan aset itu kepada Pemkab Kutim. “Proses hibahnya sudah diurus. Setelah proses pemeliharaan selesai, akan langsung diserahkan,” tutupnya. (dq/ind/k16)

 

Editor : izak-Indra Zakaria