Lahir dan besar di Manado, Sulawesi Utara, Joice Lanny Wantania mencatatkan sejarah sebagai general manager (GM) perempuan pertama di PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Kaltimra.
M RIDHUAN, Balikpapan
MENAPAKI anak tangga ke lantai tiga, enam orang perwakilan Kaltim Post berkunjung ke kantor PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Kaltimra di Jalan MT Haryono Balikpapan. Ditemani Manager Humas PLN UIW Kaltimra Zulkarnain, rombongan Kaltim Post yang dipimpin Wakil Direktur Utama Erwin Dede Nugroho, bertemu dengan Joice Lanny Wantania selaku General Manager (GM) PLN UIW Kaltimra, Jumat (5/8).
“Jangan panggil saya Bu GM. Itu artinya suami saya itu Pak GM. Panggil Bu Joice saja,” tawa Joice, biasa disapa, mengaku sempat menerima beberapa panggilan “Pak” begitu baru menjabat. Joice, perempuan kelahiran 1977 itu pada pekan kedua Juli 2022 resmi menjadi GM yang ke-12, menggantikan Saleh Siswanto. Sekaligus mencatatkan namanya sebagai GM perempuan pertama yang memimpin PLN UIW Kaltimra. Sebagai seorang Srikandi PT PLN (Persero), perempuan berkacamata itu sebelumnya bertugas sebagai Vice President Priority Account Executive Kawasan Industri dan Ekonomi Khusus pada Divisi Pelayanan Pelanggan Korporat dan Institusi Besar Direktorat Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN di Kantor Pusat.
“Mungkin dengan saya di sini, karena saya emak-emak jadi bisa lebih merangkul tapi tetap tegas,” ungkap perempuan yang memulai kariernya di PLN sejak 2003. Banyak isu yang dibahas dalam pertemuan antara perwakilan Kaltim Post dengan GM PLN Kaltimra yang saat itu juga didampingi Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan, Himawan Sutanto. Dari kelistrikan Kaltim secara umum hingga langkah PLN khususnya menghadapi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Joice juga memberikan gambaran bagaimana tantangan PLN menghadapi masuknya industri-industri besar sebagai konsumen tegangan tinggi (KTT) yang membutuhkan listrik yang andal.
“Untuk diketahui, saat ini kondisi kelistrikan di Kaltim sudah surplus hingga 400 MW (megawatt). Namun, PLN tidak boleh lengah, karena ke depan industri besar yang memerlukan listrik sangat banyak. Khususnya industri smelter. Dan kami siap untuk menyediakan kebutuhan listrik tersebut,” ungkap perempuan yang pernah menjabat sebagai area manager di Malang, Jawa Timur, itu. Joice juga menyatakan komitmen PLN soal penyediaan listrik di IKN. Karena diketahui, dengan konsep IKN yang smart city, green city dan forest city, maka listrik yang disuplai juga wajib berbasis energi baru terbarukan (EBT).
Untuk awal, pihaknya sudah menyediakan listrik melalui jaringan eksisting untuk membantu pekerjaan pembangunan di IKN. “Ini kan pekerjaan di IKN sudah berlangsung. Tentu kami bantu melalui jaringan kami yang sudah ada di sana. Juga kami menggerakkan trafo mobile untuk menambah keandalan listrik. Karena kita tahu, selain kebutuhan air, komunikasi dan akses logistik, ada listrik yang menjadi elemen penting pembangunan IKN,” jelas pehobi sepeda itu. Mantan Senior Manager SDM dan Umum di PLN Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran Kalimantan itu juga meyakinkan, rencana pemerintah terkait komitmen mengurangi pembangkit listrik berbasis batu bara.
Bagi dia, meski saat Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) masih mendominasi sumber listrik, namun ke depan ketergantungan terhadap sumber daya terbatas tersebut memang harus digantikan EBT. Itu sebabnya skema kelistrikan di IKN berbasis EBT. “Bauran energi baru terbarukan sampai dengan 2021 mencapai sekitar 13 persen. Sementara target EBT 23 persen pada 2025,” ucapnya. Perbincangan satu jam berlangsung santai dan penuh tawa. Joice juga menyatakan pentingnya media massa dalam mendukung kinerja PLN. Karena tanpa media, maka segala upaya yang dikerjakan dan yang telah dicapai tidak akan bisa diketahui masyarakat dan pemerintah setempat.
“Kan tidak mungkin setiap hari saya lapor pak gubernur apa yang sudah kami kerjakan. Maka lewat media-lah segala upaya kami bisa diketahui,” imbuhnya. Di akhir pertemuan, Joice memberikan kesempatan kepada perwakilan Kaltim Post untuk mencoba kendaraan listrik milik PLN. Karena bagi PLN, kendaraan listrik menjadi salah satu cara untuk mendorong transisi energi bersih, maka pihaknya memberikan atensi untuk menciptakan ekosistem kendaraan listrik. Caranya dengan membangun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Kaltim saat ini sudah memiliki empat SPKLU. Dua di Balikpapan dan dua di Samarinda. Termasuk di halaman kantor PLN UIW Kaltimra di Balikpapan. (riz/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria