Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jalan Pramuka–Perjuangan Sering Macet Parah, Spanduk Dagangan dan Bongkar Muat Barang Jadi Biang Keroknya!

R
Spanduk dagangan yang diletakkan di bahu Jalan Pramuka juga menjadi biang macet di kawasan tersebut.
Spanduk dagangan yang diletakkan di bahu Jalan Pramuka juga menjadi biang macet di kawasan tersebut.

Advertisement

SAMARINDA – Arus lalu lintas di sepanjang Jalan Pramuka hingga Jalan Perjuangan kini menjadi titik jenuh yang dikeluhkan pengguna jalan. Kesemrawutan ini dipicu oleh menjamurnya papan spanduk dagangan yang memakan bahu jalan serta aktivitas bongkar muat barang yang dilakukan secara serampangan tanpa mengenal waktu.

Warga yang melintas setiap hari mengaku gerah dengan kondisi jalur yang semakin menyempit. Fahmi, salah seorang warga Jalan Perjuangan, menyebutkan bahwa kepadatan kendaraan di jalur tersebut kini tidak hanya terjadi pada jam berangkat atau pulang kantor.

"Aktivitas bongkar muat toko di sini tidak mengenal waktu. Mulai pagi hingga sore, ada saja. Jadi ya macet sudah tidak mengenal waktu lagi bagi kami," keluh Fahmi saat ditemui di lapangan. Kondisi ini diperparah dengan perilaku pemilik usaha yang nekat meletakkan atribut dagangan hingga menyentuh badan jalan. Hermansyah, warga lainnya, turut menyoroti penataan parkir yang menambah kekacauan lalu lintas.

Advertisement

"Belum lagi parkir juga semrawut. Soalnya pedagang menjajakan dagangan sampai meletakkan spanduk dekat sekali dengan jalan, otomatis ruang gerak kendaraan jadi terbatas," tambah Hermansyah.

Lurah: "Sudah Berkali-kali Kami Ingatkan"

Menanggapi keluhan yang kian riuh, Lurah Sempaja Selatan, Deddy Wahyudi, menjelaskan bahwa wilayah Jalan Pramuka merupakan area perbatasan yang memerlukan perhatian khusus. Pihaknya mengaku telah melakukan langkah persuasif dengan menggandeng ketua RT setempat untuk menertibkan para pelaku usaha yang membandel.

Advertisement

Namun, Deddy menyayangkan minimnya kesadaran pedagang meski teguran sudah berulang kali dilayangkan. "Sudah beberapa kali kami ingatkan. Kami berharap para pedagang bisa tertib, agar lingkungan nyaman dilihat, lebih rapi, dan tidak mengganggu kelancaran lalu lintas," tegas Deddy.

Ia juga mengingatkan bahwa ketertiban sebenarnya merupakan modal bagi pelaku usaha itu sendiri untuk menarik pelanggan. "Kalau rapi dan tertib, pembeli juga pasti merasa lebih nyaman saat berbelanja," lanjutnya.

Masyarakat kini berharap ada tindakan lebih tegas dari instansi terkait jika langkah persuasif tidak membuahkan hasil. Kerja sama antara pemilik usaha dan pihak kelurahan sangat dinantikan agar fungsi jalan umum di kawasan pendidikan tersebut dapat kembali normal tanpa mematikan roda ekonomi warga.

Hingga saat ini, kemacetan panjang masih kerap mengekor hingga ke persimpangan Jalan Perjuangan, terutama saat truk-truk logistik berhenti di bahu jalan untuk melakukan bongkar muat di siang hari. (rin)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Rinda Wahyuni Tekankan Pentingnya Literasi Keluarga Lewat SAPA KB

Rinda Wahyuni Tekankan Pentingnya Literasi Keluarga Lewat SAPA KB

Rinda Wahyuni Tekankan Pentingnya Literasi Keluarga Lewat SAPA KB SAMARINDA – Merencanakan masa depan keluarga tidak hanya berkaitan dengan

Bongkar Sindikat Penggalian Kabel Optik Ilegal di Samarinda, Polisi Tetapkan Empat Tersangka

Bongkar Sindikat Penggalian Kabel Optik Ilegal di Samarinda, Polisi Tetapkan Empat Tersangka

Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat melihat bekas galian yang ditambal seadanya oleh para terduga pencuri kabel.

TPP Guru di Samarinda Belum Dibayar Penuh, BPKAD Sebut Menunggu Kondisi Kas Daerah

TPP Guru di Samarinda Belum Dibayar Penuh, BPKAD Sebut Menunggu Kondisi Kas Daerah

TPP Guru di Samarinda Belum Dibayar Penuh, BPKAD Sebut Menunggu Kondisi Kas Daerah SAMARINDA – Pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer