Wisata bahari di Balikpapan terus digaungkan. Bahkan mulai menyasar pulau di provinsi tetangga yang punya potensi besar.
ULIL MUA'WANNAH, Balikpapan
(yin.khazan@gmail.com)
SEBAGAI kota yang berada di garis pantai, Balikpapan mempunyai potensi besar terhadap pengembangan pariwisata bahari. Diawali dengan tersedianya kini Kapal Pinisi Pusaka Indonesia, sehingga masyarakat bisa menikmati kegiatan susur Teluk Balikpapan.
Bukan sekadar uji coba, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Balikpapan Joko Purwanto berharap, kegiatan itu bisa terus berlanjut dan menjadi wisata reguler. Karena peminatnya sungguh luar biasa.
“Terbukti banyak stakeholder di kalangan swasta maupun pemerintahan hingga masyarakat umum tertarik dan ingin menaiki kapal tersebut. Jadi, saya rasa perlu segera dibuka bagi umum,” tuturnya.
Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Balikpapan disebut telah membahas tarif yang akan diberlakukan. Di mana satu orang dikenakan harga Rp 150 ribu. Menurut Joko, itu sepadan, karena selama perjalanan disajikan atraksi hiburan berupa live music dan tarian.
Balikpapan yang notabene dikelilingi perairan, sangat memungkinkan untuk dikembangkan. Jadi, tidak hanya sektor industri maritim saja yang mendapatkan perhatian, namun juga pariwisatanya bisa ditingkatkan lebih baik lagi.
Menurutnya, tidak cukup kapal pinisi, peminat kapal lebih besar pun perlu difasilitasi. Selain itu, perlu pengembangan restoran terapung di Balikpapan yang sangat membantu pendapatan daerah, maupun menambah destinasi wisata di Teluk Balikpapan.
“Di beberapa daerah mempunyai restoran terapung. Pengunjungnya ramai. Itu bisa dilakukan pula di Balikpapan, bila kita mau bersungguh-sungguh mewujudkannya. Dan mampu mengerek pendapatan daerah,” ucapnya.
Begitupun kaitannya dengan destinasi ke Kepulauan Balabalagan, destinasi yang terletak di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) itu tidak kalah cantik atau memesona dari Pulau Derawan di Berau. Pengunjung dari Balikpapan, maupun kota di sekitarnya juga telah banyak memilih pelesiran ke sana.
Kepulauan itu secara geografis justru dekat dengan Kaltim ketimbang Sulbar. Ada beberapa pulau terdekat yang masuk kawasan Balabalagan. Seperti Pulau Sabakkatang. Awak Kaltim Post pernah mengunjungi pulau berpenghuni sekitar 700-an jiwa itu akhir tahun lalu.
Bila ditarik garis lurus dari Dermaga Manggar, Balikpapan Timur, jaraknya sekitar 135,85 kilometer atau 84,41 mil ke Pulau Sabakkatang. Sedangkan dari provinsi ini jarak terdekat berada di Paser. Lebih tepatnya dari Teluk Apar, Desa Selengot, Kecamatan Tanjung Harapan, Paser. Jaraknya sekitar 102,13 kilometer atau 63,46 mil. Sementara, jarak pulau itu ke ibu kota di Mamuju sekitar 152,81 kilometer atau 94,95 mil.
Dengan menggunakan kapal motor berkecepatan sekitar 9-10 knot, media ini memerlukan waktu tempuh sekitar 9 jam. Sejatinya bila menggunakan speedboat, waktu tempuh bisa dipangkas. Dari Balikpapan ke Pulau Sabakkatang menggunakan speedboat bisa hanya 2-3 jam.
“Keberadaan kapal cepat 35 knot, hingga mampu memuat 150-200 orang itu akan sangat membantu (pariwisata) Balikpapan berkembang. Aksesnya jauh lebih mudah dari Balikpapan ke Balabalagan. Potensi Balabalagan tidak kalah dengan Derawan dan dikelilingi 21 pulau indah lainnya,” jelas Joko.
“Menjembatani itu, perlunya kerja sama dengan Pemprov Sulbar. Tentu kedua belah pihak akan diuntungkan dan mampu mengangkat produk dari masing-masing daerah melalui pariwisata bahari ini,” sambungnya.
Tidak hanya itu, Joko menyampaikan, BPPD Balikpapan akan terus bergerak bersama sebagai kepanjangan tangan pemerintah. Bagaimana bisa menciptakan destinasi baru dan menggiatkan melalui promosi. Yang akhirnya, diharapkan minat orang agar mau datang ke Balikpapan terus meningkat.
Peminat dan antusias tinggi masyarakat tersebut nantinya akan menggerakkan investor. Menjadi peluang bisnis. Itu hanya awal dari upaya pemerintah memancing investor/pengusaha.
“Setelah dilakukan percobaan potensi dari bisnis (wisata bahari) ini luar biasa dan terbuka. Jangan sampai diambil orang luar. Kita harus bisa bersinergi dengan semua pihak. Mencari peluang dan menawarkannya ke pihak lain,” saran dia. (rom/k15)
Editor : izak-Indra Zakaria