Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Wendy Bantu Pembangunan Asrama di Ponpes

uki-Berau Post • Selasa, 16 Agustus 2022 - 03:29 WIB
REALISASI DANA ASPIRASI: Pembangunan Asrama Putra di pondok pesantren naungan Yayasan Nurul Hidayah Berau, yang terealisasi berkat dukungan dana aspirasi anggota DPRD Berau, Wendy Lie Jaya.
REALISASI DANA ASPIRASI: Pembangunan Asrama Putra di pondok pesantren naungan Yayasan Nurul Hidayah Berau, yang terealisasi berkat dukungan dana aspirasi anggota DPRD Berau, Wendy Lie Jaya.

TANJUNG REDEB -Sebagai bentuk perhatian dan kepedulian dalam sisi pembangunan mental, akhlak, dan spiritual, anggota DPRD Berau Wendy Lie Jaya turut berkontribusi dalam pembangunan asrama di pondok pesantren yang direalisasikan melalui dana aspirasinya. 

Salah satunya, pembangunan asrama putra di pondok pesantren naungan Yayasan Nurul Hidayah Berau, yang berlokasi di Gang Jawa Bakti, Jalan Pulau Panjang, Tanjung Redeb. Yayasan Nurul Hidayah Berau mendapat bantuan dalam lanjutan pembangunan asrama putra. Hal itu diakui pendiri sekaligus Ketua Yayasan Nurul Hidayah Berau, H Zainal Arifin, kemarin (14/8). 

Menurutnya, tambahan bangunan asrama tersebut dianggap perlu, mengingat samakin banyaknya santri yang mendaftar di pondoknya itu. Sehingga pihaknya pun harus menyediakan sarana untuk para santri, yang pastinya nyaman dan aman. 

"Jadi, tidak mungkin kalau ada orangtua yang ingin memondokkan anaknya di tempat kami, kemudian kami tolak. Mengingat niat orangtua yang mulia, berkeinginan anaknya memahami ilmu agama, di tempat kami khususnya. Maka itu sangat dibutuhkan asrama putra ini ada di ponpes kami," ujar H Zainal. 

Lanjut diakui H Zainal, sebelumnya, asrama tersebut memang sudah direncanakan dengan konsep desain tiga tingkat. Tetapi pihaknya baru mampu menyelesaikan lantai 1 saja, itu juga mengingat dana yang belum mencukupi untuk melanjutkannya. 

"Maka itu kami sangat terbantu dengan adanya dukungan dari Pak Wendy. Yang sudah berkenan untuk membantu melanjutkan pembangunan asrama putra di ponpes kami," terangnya. 

Disebutnya, asrama tersebut rencananya memang diperuntukkan bagi para santri putra. Sedangkan asrama bagi santri putri Ponpes di Yayasan Nurul Hidayah Berau sebenarnya sudah ada, hanya saja  sifatnya masih belum permanen. Tetapi untuk saat ini, dengan terbangunnya asrama putra di yayasannya, membuat pengurus dan para santri merasa sangat senang. 

"Kami mewakili jajaran pengurus mengucapkan terima kasih kepada beliau (Wendy), yang telah membantu kami dalam penyelesaian pembangunan pondok pesantren di bawah naungan Yayasan Nurul Hidayah Berau ini, serta kontribusi melalui dana aspirasinya," tuturnya. 

"Semoga beliau selalu diberi kesehatan dan kelancaran dalam mengemban amanah sebagai DPRD Berau ini," lanjutnya. 

Selain pada Yayasan Nurul Hidayah Berau, Wendy Lie Jaya juga merealisasikan pembangunan asrama putri yang juga sekaligus sebagai asrama pembinaan anak yatim piatu dan fakir miskin, di Yayasan Hubbul Yatama Wal Masakin.  

Dikatakan Wakil Ketua Yayasan Hubbul Yatama Wal Masakin, Siswanto Diharjo, pihaknya sangat bersyukur. Atas kontribusi yang direalisasikan oleh Wendy Lie Jaya melalui dana aspirasinya, di dalam rencana pembangunan asrama putri di yayasannya. Diakuinya, bawah Wendy Lie Jaya adalah pihak yang berpengaruh, karena sudah menggiring dana aspirasi dalam dana hibah untuk pembangunan asrama putri di yayasannya. 

"Itu juga menginggat santri putri saat ini sudah ada sekitar 40 orang di yayasan kami, sehingga kami berharap bisa dipisahkan antara santri putra dan santri putri," ucap Siswanto. 

Untuk seberapa perlu pembangunan asrama putri Yayasan Hubbul Yatama Wal Masakin, ditegaskan juga, sangat perlu sekali karena sebelumnya banyaknya santri yang ditolak karena kekurangan tempat. Selain itu, guna meminimalisasi adanya hal-hal hang tidak diinginkan, jika asrama putra dan putri dibangun terpisah. 

"Untuk asrama yang baru nantinya hanya dipergunakan untuk asrama, serta untuk ruang belajar dan mengajar bagi putri dan pengasuh putri di yayasan," katanya. 

Dalam kesempatan itu, pihaknya sekaligus pengurus yayasan merasa sangat terharu sekali, menginggat sejak berdiri pada 2009 atau sudah 12 tahun lebih, baru pertama kali mendapat dana hibah dari pemerintah kabupaten. Padahal yayasan ini mengratiskan semua keperluan santri mulai dari baju, biaya sekolah, makan, tidur, dan uang saku. 

"Termasuk kegiatan ekstra kurikuler santri dan biaya antar-jemput santri dengan kendaraan roda empat dan roda enam," akunya.

Terpisah, anggota DPRD Berau Wendy Lie Jaya menerangkan, bahwa setiap anggota DPRD mempunyai dana aspirasinya. Dijelaskannya, jika berbicara rencana pembangunan dalam mengelola suatu daerah, rencana pembangunan itu bukan hanya berbentuk fisik, maupun infrastruktur semata. Tetapi, Wendy menilai banyak hal lain yang juga harus diperhatikan. 

 

"Contohnya, sumber daya manusia, pendidikan, kesehatan, mental, akhlak, dan spiritual," tutur Wendy kepada Berau Post. 

Dalam hal ini, politikus Partai NasDem tersebut, sangat peduli dalam sisi pembangunan mental, akhlak, dan spiritual anak-anak yang tergabung di dalam dua pondok pesantren di wilayah Kecamatan Tanjung Redeb ini. Yakni Ponpes Nurul Hidayah dan Ponpes Hubbul Yatama Wal Masakin, yang di tahun 2022 ini, Wendy menyalurkan dana aspirasinya kepada dua ponpes tersebut yang dinilai layak dibantu. 

"Yang mana akan dipergunakan untuk membuat gedung asrama putra oleh Ponpes Nurul Hidayah dan asrama putri untuk Ponpes Hubbul Hatama Wal  Masakin," jelasnya. (*/mar/udi)

Editor : uki-Berau Post
#Seputar Berau