Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Wadahi Kreativitas Generasi Muda

uki-Berau Post • Kamis, 20 Oktober 2022 - 17:57 WIB
PANGGUNGNYA ANAK MUDA: Beberapa pelajar asal MAN Tanjung Redeb, menyuguhkan Tarian Nusantara dalam Festival Literasi di Kantor Dispusip tadi malam (19/10).
PANGGUNGNYA ANAK MUDA: Beberapa pelajar asal MAN Tanjung Redeb, menyuguhkan Tarian Nusantara dalam Festival Literasi di Kantor Dispusip tadi malam (19/10).

TANJUNG REDEB – Hari keempat Festival Literasi dan Bazar Produk Inklusi Perpustakaan, tetap dipenuhi masyarakat, khususnya dari kalangan pelajar, Rabu (19/10). Festival Literasi yang dipusatkan di Kantor Dinas Perpusataan dan Kearsipan (Dispusip) Berau tersebut, kembali menampilkan suguhan para pelajar dari berbagai sekolah yang ada di Bumi Batiwakkal. Mulai dari musik akustik, tari-tarian, hingga stand up comedy.

Menurut Kepala Dispusip Berau Yudha Budisantosa, kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari Bulan Kunjungan Perpustakaan, guna mengembangkan kreativitas anak-anak Bumi Batiwakkal. Selain membaca, kreativitas generasi muda juga perlu ditingkatkan.

“Jadi anak-anak itu terpacu, tidak hanya di dunia tulis-menulis saja, tapi inilah anak muda, bebas mengembangkan kreativitas mereka,” ujarnya saat ditemui di tempat acara Rabu malam.

Mantan Camat Tanjung Redeb tersebut menambahkan, sebagai penopang Ibu Kota Nusantara (IKN), tentu Berau membutuhkan generasi muda yang cerdas, gesit, kreatif, dan sopan santun. Dengan adanya Festival Literasi ini, menurut Yudha, banyak ditemukan potensi dan aset daerah yang seharusnya bisa terus dibina.

Di atas panggung Festival Literasi malam tadi, juga diumumkan lima juara karya desain batik. Menurut Yudha, generasi muda Bumi Batiwakkal memiliki bakat terpendam yang harus diwadahi serta dilatih secara maksimal. Meskipun batik dianggap kuno, namun Yudha membuktikan bahwa muda-mudi Berau juga banyak meminati batik.

“Ini yang harus digandeng, agar batik Berau bisa terus dikembangkan dan batik asal Berau sudah cukup dikenal," paparnya.

“Kami berikan pembinaan kepada para pemenang, dan kami tidak menutup mata untuk para peserta desain batik lainnya yang ingin terus mengasah kemampuan mereka,” sambungnya.

Sementara itu, Nurul Salwa, salah satu siswi MAN Tanjung Redeb yang tadi malam turut menyuguhkan tarian di panggung literasi mengatakan, dirinya bersama temannya membawakan Tari Nusantara. Dengan persiapan kurang dari 24 jam, namun mereka berhasil tampil dengan sempurna.

“Sebelum tampil gugup, tapi pas tampil PD (percaya diri) saja,” katanya.

Nurul mengakui,dirinya bersama temannya baru mulai berlatih sejak kemarin siang dan malamnya sudah harus tampil. Siswi kelas XII tersebut mengatakan, dengan persiapan yang singkat, bukan berarti dirinya tidak mampu, walau memang tidak mudah.

“Kami tampil berenam, empat kelas XII dan dua lagi dari kelas XI,” ujarnya.

Ia mengatakan, dengan adanya Festival Literasi, memberikan wadah bagi pelajar untuk menampilkan bakat mereka. Di sisi lain, kegiatan ini juga untuk menjalin silaturahmi antarpelajar yang ada di Berau.

“Seru saja, kan dua tahun sekolah online, tidak ada kegiatan. Nah dengan adanya kegiatan ini, bakat kita bisa dikeluarkan,” ujarnya.

Rio, salah seorang pengunjung mengatakan, dirinya hadir mendampingi anaknya tampil mengisi panggung akustik pada malam tersebut. Ia beranggapan, kegiatan harusnya bisa dilaksanakan setiap tahun. Namun bukan hanya melibatkan sekolah saja, tapi juga mahasiswa dan muda-mudi lainnya.

“Ini bagus, perekonomian juga berputar, banyak stand yang menjual hasil karya para pelajar juga,” ucapnya.

Dia berharap, kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan di lokasi yang lebih luas lagi, agar bisa lebih banyak warga yang datang dan menikmati suguhan dari para pelajar.

“Harapannya ke depan bisa lebih meriah lagi,” pungkasnya. (*/hmd/udi)

Editor : uki-Berau Post
#ragam