TANJUNG REDEB – Diduga karena ketidakstabilan struktur tanah, ditambah tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir, menyebabkan akses penghubung Kelurahan Sambaliung dengan Kampung Sei Bebanir Bangun, ambles. Jalan yang ambles tersebut, merupakan jalur lama yang menghubungkan dua wilayah kelurahan/kampung di Kecamatan Sambaliung tersebut.
Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Berau, Junaidi, membenarkan kondisi jalan ambles tersebut. Dikatakannya, sejak pekan lalu pihaknya mendapatkan informasi dari Lurah Sambaliung. Kemudian, langsung meminta timnya melakukan pengecekan ke kondisi jalan tersebut.
"Setelah dicek, posisi jalan yang longsor tersebut masuk jalan provinsi ruas Sambaliung-Talisayan. Jadi kami langsung melaporkan dan berkoordinasi ke UPTD Provinsi Kaltim," ujar Junaidi kepada Berau Post, kemarin (25/12).
Diakuinya, pihak UPTD PUPR-Pera Kaltim, sudah mengetahui kondisi jalan yang rusak tersebut. Bahkan saat ini, pihaknya telah menginstruksikan untuk memasang garis polisi dan rambu informasi adanya kerusakan jalan. Itu sebagai imbauan agar masyarakat tidak melalui jalan tersebut sementara waktu.
"Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan dan untuk keselamatan bersama, jalur Sambaliung-Sei Bebanir Bangun ini ditutup total untuk sementara waktu," jelasnya.
Diterangkannya, jalan yang ambles tersebut merupakan jalur lama Sambaliung-Sei Bebanir Bangun. Sehingga masyarakat masih bisa menggunakan jalur alternatif yang sudah ada. "Saat ini umumnya masyarakat melewati Jalan Bayanuddin. Itu jalan alternatif. Jadi aktivitas masyarakat tidak begitu berdampak dengan rusaknya jalur lama ini," terangnya.
Diterangkan Junaidi, dugaan terjadinya jalan ambles tersebut dikarenakan ketidakstabilan struktur tanah. Di mana ada resapan air di bawah permukaan jalan. Air hujan diakuinya juga turut berpengaruh mempercepat amblesnya jalan.
"Untuk perbaikannya nanti, yakni dengan membentuk kembali badan jalan, perbaikan fondasi dan perkerasan ulang," ungkapnya.
Sementara itu, Rani, warga Kampung Sei Bebanir Bangun, sangat mengharapkan jalan ambles tersebut segera ditangani. “Walaupun sudah ada jalur alternatif, kami tetap mengharap ada perbaikan,” katanya.
Walau sudah memiliki akses alternatif, masyarakat diakui Rani tetap sering menggunakan jalur Sambaliung-Bangun yang ambles tersebut. “Kalau dibiarkan, malah bisa semakin parah rusaknya,” ujar dia. (mar/udi)
Editor : uki-Berau Post