BONTANG - Usai insiden tenggelamnya bocah, Pantai Galau yang terletak di RT 14 Kelurahan Tanjung Laut Indah akhirnya ditutup. Lurah Tanjung Laut Indah Nur Faidah melalui Kasi Pemerintahan dan Trantib Husain mengatakan, keputusan tersebut diambil berdasarkan kesepakatan bersama antara warga sekitar, FKPM, kelurahan, dan pemilik lahan.
“Sebenarnya sudah dari sebulan lalu mau ditutup. Kami juga sudah koordinasi dengan pemilik lahan. Tapi, karena sudah ada insiden ini, kami tidak bisa berdiam diri lagi,” katanya.
Penutupan lokasi dilangsungkan kemarin sekira pukul 16.30 Wita. Nantinya segala bentuk aktivitas tidak diperkenankan dilakukan di Pantai Galau tanpa sepengetahuan pemilik lahan, baik itu memancing maupun aktivitas lainnya.
“Ini masih kami pesankan spanduknya. Semoga cepat jadi. Kami sudah koordinasikan ke semua pihak, baik itu pihak kepolisian maupun warga sekitar,” ucapnya.
Senada, Ketua RT 14 Masnah mendukung penutupan Pantai Galau. Sebab, bila malam hari kondisi makin memprihatinkan. Pasalnya, anak muda kerap ditemui melakukan hal-hal negatif. Namun, keputusan penutupan itu tidak bisa dilakukan begitu saja saat itu.
“Haduh, kalau malam ada aja itu anak-anak minum di situ. Jadi bagus kalau ditutup. Malah kami maunya pas puncaknya Covid-19 kemarin ditutup selamanya sampai sekarang. Tapi, kan kami tidak bisa melarang warga yang datang. Nah, karena hal ini kami tidak punya pilihan lain,” tutupnya.
Sebelumnya, seorang anak ditemukan tenggelam di Pantai Galau Tanjung Laut Indah, Bontang Selatan, Sabtu (7/1) pagi. Diketahui identitas bocah tersebut ialah AN (12) warga Jalan Sutan Syahrir, RT 08, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Bontang Selatan.
Masnah yang juga tetangga korban mengatakan, AN berniat berenang di Pantai Galau sejak Jumat kemarin. Namun, niat AN diketahui oleh Masnah dan ibunya. Yang kemudian melarang AN untuk berenang. Namun, hari ini usai mengambil rapor di sekolah, AN bersama rekannya M (11) tanpa sepengetahuan orangtuanya berenang di pantai tersebut. “Iya, kemarin kami larang. Eh, ini tadi malah pergi diam-diam,” tuturnya.
Diketahui, AN tidak bisa berenang. Masnah menjelaskan, sekira pukul 09.30 Wita, setelah mengambil rapor di sekolah, korban bersama M menuju Pantai Galau untuk berenang. Namun, sekira 30 menit mereka berenang, M naik ke darat kemudian melihat AN sudah tidak ada di air.
Mengetahui hal itu, M langsung meminta tolong warga sekitar pantai. Warga pun langsung memberikan pertolongan pertama dan membawa AN ke rumah sakit. “Untung ada pemancing di situ terus lagi surut airnya. Kalau tidak, aduh saya tidak tahu lagi,” terangnya.
Saat ini AN tengah mendapat perawatan intensif di rumah sakit. Saat ini kondisi AN masih syok berat usai kejadian. (kpg/kri/k16)
Editor : izak-Indra Zakaria