Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Dua Rusunawa di Bontang Belum Diserahkan Pusat

izak-Indra Zakaria • Senin, 6 Februari 2023 | 12:16 WIB
ASET: Rusunawa di Loktuan dan Guntung belum diserahterimakan ke Pemkot Bontang.
ASET: Rusunawa di Loktuan dan Guntung belum diserahterimakan ke Pemkot Bontang.

BONTANG – Status dua rusunawa, yakni Guntung dan Loktuan belum tercatat sebagai aset Pemkot Bontang. Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) menargetkan proses serah-terima dari pemerintah pusat ke pemkot dilakukan bulan depan.

“Ini masih proses. Semua persyaratan sudah kami penuhi. Prediksi bulan depan rampung,” kata Kadis Perkimtan Much Cholis Edy Prabowo.

Saat ini bangunan masih dalam masa pemeliharaan oleh kontraktor. Mengingat akhir tahun lalu ada langkah perbaikan yang dikucurkan dari APBN. Rinciannya Rp 703 juta untuk Rusunawa Guntung dan Rp 1,4 miliar bagi Rusunawa Loktuan.

Rusunawa Guntung kala itu diperbaiki oleh CV Ninaila Jaya. Perusahaan ini berasal dari Papua. Sementara perbaikan Rusunawa Lok Tuan digarap CV Sandrilla Pratama. Pemenang tender ini dari Nunukan. Kerusakan yang terjadi di Rusunawa Guntung ialah keretakan struktur tembok. Tepatnya di lantai dasar.

Di bagian dapur dekat pintu utama. Kementerian PUPR pun telah melakukan survei lapangan sebelumnya.  “Jika sudah dihibahkan, proses pemeliharaan bangunan menjadi tanggung jawab pemkot Bontang,” ucapnya.

Ia mengaku proses hibah ini memang membutuhkan waktu yang panjang. Biaya rutin yang dikeluarkan pemkot sejauh ini hanya terkait listrik dan air. Itu pun berasal dari biaya sewa dari penghuni tiap kamarnya. Rencananya proses serah-terima akan digelar dalam waktu bersamaan. “Nantinya ada penandatanganan berita acara serah terima,” tutur dia.

Setelah itu, terkait perbaikan bangunan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemkot Bontang. Diketahui, Rusunawa Guntung melakukan groundbreaking pada akhir Juli 2016 lalu, bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR.

Dengan nilai kontrak Rp 18,7 miliar. Rusun Guntung bertipe 24 dan hanya empat lantai dengan jumlah 90 kamar. Fasilitas yang didapat para penghuni yakni dua tempat tidur atas dan bawah, meja dan kursi, serta kamar mandi dan toilet.

Sementara dapur umum berada di sisi kanan dan kiri masing-masing lantai. Fasilitas umum lainnya yang ada pada gedung berlantai 4 ini yakni sarana olahraga, tempat parkir, toko serbaguna, dan rumah ibadah.

Sementara Rusunawa Loktuan dibangun lima lantai dengan tipe kamar 36 berjumlah 70 kamar. Setiap kamarnya dilengkapi furnitur mulai kasur, meja, kursi, serta lemari pakaian. Total anggaran mencapai Rp 17 miliar. Saat ini kedua bangunan telah ditempati warga. (ak/kri/k16)

Editor : izak-Indra Zakaria