TANJUNG REDEB - Perlunya peremajaan terhadap Dermaga Tanjung Batu sebagaimana yang disuarakan masyarakat melalui Ketua Komisi III DPRD Berau, Saga, juga dibenarkan Kepala Bidang (Kabid) Pelayaran Dinas Perhubungan Berau, Robani.
Diakuinya, saat ini memang ada beberapa bagian bangunan dermaga yang sudah mulai termakan usia. Mulai dari munculnya beberapa keretakan di bagian kaki dermaga, sudah ada beberapa titik yang rapuh.
“Selain yang ditunjukkan Pak Saga (kaki bangunan yang sudah retak, red) ada juga di lapisan bawah sama retaknya,” ujarnya kepada Berau Post, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (13/2).
Berdasarkan hasil peninjauan pihaknya beberapa waktu lalu, kerusakan yang paling parah terjadi pada tangga turun penumpang. “Dan kita sudah koordinasi, termasuk dengan pimpinan di Komisi III DPRD Berau untuk membahas hal itu,” jelasnya.
Dari hasil pantauannya juga, perbaikan memang harus segera dilakukan sebelum kerusakan semakin parah hingga terjadi hal yang tidak diinginkan.
“Jangan sampai nanti jika dibiarkan begitu saja, kerusakan yang terjadi semakin parah. Karena Dermaga Tanjung Batu adalah salah satu dermaga yang cukup sibuk. Apalagi pada momen-momen hari besar, ribuan orang kerap memadati dermaga itu,” tegasnya.
Meski sudah ada akses lain seperti Dermaga Wisata Sanggam, menurutnya perbaikan Dermaga Tanjung Batu masih sangat diperlukan. Pasalnya, tidak sedikit masyarakat yang ingin berlibur ke Pulau Derawan masih tetap mengandalkan dermaga tersebut.
Bukan hanya bangunan dermaga saja. Menurut Robani, saat pihaknya melakukan monitoring saat ini perlu juga untuk melakukan perbaikan dermaga apung, yang saat ini dinilainya sudah tidak layak.
Pasalnya, dermaga apung yang dibuat sejak 2008 silam, sampai saat ini belum ada peremajaan. “Saya rasa memang saat ini perlu juga untuk peremajaan dermaga apung. Kami sudah mengajukan untuk peremajaan dermaga apung melalui usulan kepala UPT yang ada di Tanjung Batu, semoga bisa segera terealisasi,” jelasnya.
“Yang paling utama adalah kenyamanan dan keselamatan penumpang, apalagi kita bidang pelayaran seperti ini kita selalu mengutamakan keselamatan para masyarakat yang melintas,” sambungnya.
Lanjutnya juga, setidaknya yang harus didahulukan ialah perbaikan dermaga apung, jika memang bangunan dermaga belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Karena dermaga apung menjadi pijakan jika terjadinya pasang surut air. “Paling tidak terlebih dahulu sarana-prasarananya, meski belum bisa dilakukan perbaikan secera menyeluruh,” tandasnya. (aky/sam)
Editor : uki-Berau Post