Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Teras Soe

uki-Berau Post • 2023-02-22 01:07:05
-
-

CATATAN saya edisi hari ini nyaris tak tertulis. Baru mau memulai, tiba-tiba lampu padam. Ada genset, bukan untuk sambungan ke rumah. Khusus bagi penghuni kolam.

Setelah padam, barulah saya tahu sudah beredar pengumuman giliran menyala lewat media sosial. Seharusnya, saya buat catatan lebih awal. Bukan di saat memasuki jam-jam giliran di kawasan Jalan AKB Sanipah.

Berkejaranlah saya dengan deadline. Selama beberapa jam menanti waktu lampu menyala kembali, saya bergabung dengan teman-teman yang kumpul di ‘Teras Soe’. Warung kopi dalam kompleks Hotel Palmy.

Saya sebut saja warung kopi. Biar suasananya lebih akrab. Jadi, pagi hingga tengah hari, pertemuan dengan komunitas warung kopi Pojok. Dan, sore hingga petang, berada di antara komunitas Kopi Soe. Malam hari, dari kafe ke kafe. Haha.

Apa yang dibahas? Kalau di warung Pojok, temanya kencang juga. Cara diskusinya yang lebih lembut. Maklum, lebih banyak beruia 50 tahun ke atas. Di kopi Soe, semuanya tenaga muda yang otot baja.

Saya termasuk paling ‘muda’ di kelompok mereka. Jadi, harus paham. Sesekali melontarkan ide-ide yang langsung disambar. Sebutlah seperti Bastian, Samsudin, Fery Bahagia, Unai, dan beberapa nama yang masuk dalam kelompok ‘garis keras’.

Karena bersamaan dengan mati lampu, itu yang menjadi bahasan utama. Mereka bingung, pelanggan PLN harus ‘ikhlas’ menikmati pergantian menyala selama 23 hari. Masa dimana mesin pembangit PLTU menjalani pemeliharaan. Saya menyebutnya general check up.

Siapa yang harus kita salahkan? kata Bastian. Apakah PLN atau PLTU, atau sekalian dua-duanya. Dua perusahaan ini yang bertanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan listrik di Berau. “Mengapa harus bergantian menyala selama itu?” kata Bastian.

Agenda pemeliharaan mesin PLTU itu ada jadwalnya. Menurut komunitas Kopi Soe, jangan karena bulan depan bulan puasa, sehingga dilakukan pemeliharaan total. Ironisnya, PLN tak siap dengan mesin pendukung agar tak ada pemadaman.

Karena ini bisnis, ada kontrak dengan PLTU, sehingga bos PLN mungkin tak memberikan tambahan kekuatan. Kalau juga ada mesin diesel yang dimiliki, sifatnya sangat insidentil.

Begitupun dengan salah satu perusahaan tambang batu bara yang kebutuhan listriknya dipenuhi oleh PLTU, tak perlu menyediakan mesin genset yang biaya operasionalnya sangat mahal. Cukup memanfaatkan pembelian setrum dari PLTU Lati. PLTU memang berwenang menjual listrik untuk swasta.

Apalagi yang dibahas, selama menanti lampu menyala kembali. Ada yang menyoroti kapan diresmikannya ‘Rumah Sehat’ yang dibangun Baznas. Lokasinya tepat berhadapan dengan Kopi Soe. Mereka bertanya-tanya, kelak seperti apa mengoperasikannya. Sudah ada tulisan besar di dinding bangunan ‘Instalasi Gawat Darurat’.

Berarti, sama dengan rumah sakit Abdul Rifai. Berarti, kalau-kalau tidak ada dokter khusus, harus meminjam dokter dari rumah sakit. Sepakat juga. Tapi, sampai kapan bisa beroperasi dengan beban biaya yang besar.

Atau, ada yang mengusulkan ‘Rumah Sehat’ Baznas itu lebih dikhususkan saja. Misalnya, khusus melayani masalah jantung. “Kan dokter spesialisnya sudah ada,” kata Morten, yang ikut di komunitas Kopi Soe.

Atau dibuat khusus rumah sakit yang melayani mata. Kan, bisa jadi rujukan bagi warga yang ada di sekitar Berau untuk datang berobat. Kita bisa bangga, di Berau sudah ada rumah sakit khusus mata, tambahnya.

Hebat. Saya salut dengan pemikiran anak-anak muda yang nongkrong di Kopi Soe. Biasanya ikut bergabung Ketua DPRD Pak Madri Pani. “Beliau sedang berkunjung ke Tumbit, membantu warga yang tertimpa musibah banjir,” kata Bastian.

Betul, tiga malam terakhir Tanjung Redeb dikepung air yang meluap hingga ke jalan. Ini memerlukan pemikiran ke depan. Beruntung tidak bersamaan dengan hujan lebat. Sehingga, kondisi air hanya mengikuti pasang surut saja.

Kasihan rumah makan ‘Samudera’ di Jalan Gajah Mada harus tutup, karena genangan air cukup tinggi di sekitar tempatnya berjualan. @cds_daengsikra (*/sam)

Editor : uki-Berau Post
#Catatan