Sebanyak 30 warga mengikuti kegiatan pelatihan design dan membatik yang diselenggarakan Kelurahan Sumber Rejo. Kegiatan tersebut dalam upaya menumbuhkan dan mengembangkan ekonomi kreatif masyarakat Sumber Rejo.
BALIKPAPAN–Pelatihan yang dilaksanakan selama tiga hari berlangsung di Rumah Batik Saho yang terletak di Kelurahan Batu Ampar. Mengambil tema salah satu komoditas unggulan di Sumber Rejo yaitu kangkung.
Kelurahan melalui Pokja II PKK memilih warga yang mengikuti pelatihan adalah mereka yang benar-benar sangat berminat terhadap batik. Selain itu, mereka yang mempunyai bakat melukis, sehingga dalam menuangkan idenya dapat dengan cepat membuatnya di atas kain.
Lurah Sumber Rejo Paing sangat mengapresiasi warganya yang ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Dia menilai, hal itu sangat penting sekali agar pertumbuhan ekonomi warga semakin meningkat dengan mempunyai keahlian membatik.
“Kami ingin mengangkat kreativitas warga, serta dalam upaya pemberdayaan masyarakat dan mendukung potensi di wilayah dalam pengembangan ekonomi kreatif,” jelasnya.
Paing menambahkan, dalam kegiatan itu hasilnya sangat membanggakan. Berbagai motif dengan tema kangkung dihasilkan para peserta. Motif batik kangkung dengan ornamen bunga, daun dan batang kangkung dipadukan dengan batik Kaltim.
Hasil yang didapat selama tiga hari menurut instruktur dari Batik Saho pun sangat bagus, kreasi yang dibuat warga sudah mewakili motif batik kangkung. Mereka mempunyai semangat dan bakat dalam membatik, dengan ditunjang kemauan yang sangat kuat untuk memiliki skill membatik.
“Dengan motif yang sangat menarik itu diharapkan dapat meningkatkan nilai jual.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kompetensi warga di Kelurahan Sumber Rejo,” jelasnya.
Para peserta pelatihan juga diberikan suvenir membatik seperti kompornya, canting, lilin, dan tintanya. Menurut Paing, diberikannya perlengkapan membatik tidak lain sebagai upaya Kelurahan Sumber Rejo untuk mengembangkan kreasi dan bakat warga.
“Dengan berbagai fasilitas yang diberikan saat ini, diharapkan kreativitas warga menjadi berkembang, dan ekonomi kreatif di lingkungan sekitar menjadi lebih maju lagi,” ucapnya.
Ke depannya produk batik yang dihasilkan akan dijadikan oleh-oleh, suvenir cendera mata wisata Kang Bejo, bahkan akan membuat etalase pemasarannya.
“Yang jelas itu semua tidak akan terwujud bila tidak ada minat dari warga kami untuk meneruskannya. Jadi kami harus menumbuhkan kemauan dan keinginan dalam membatik. Sehingga, ekonomi bangkit, semua warga akan sejahtera,” pungkasnya. (pms/dra/k8)
SUPRIYONO LUPUS
@queenzalikalila0917