Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Mulai Ada Pengetatan, Lalu-lalang Manusia Disapu Azan

izak-Indra Zakaria • Sabtu, 1 April 2023 - 19:45 WIB
Photo
Photo

Sesampainya di Kota Jeddah, kegiatan umrah langsung digelar dini hari. Dengan bimbingan mutawif asal Madura bernama Zainal dan Ghazali yang sudah lima tahun terakhir bermukim di Makkah.

MUHAMMAD RIFQI, Makkah

Jam menunjukkan pukul 02.00 waktu Jeddah pada Selasa (28/3). Kebahagiaan jamaah umrah tak lagi bisa disembunyikan. Sesampainya di Bandara King Abdul Azis, Jeddah, rombongan disambut petugas imigrasi. Tak sulit menemukan warga Indonesia di bandar udara. Sambil menerawang seisi ruangan, jamaah yang berkerumun sejurus kemudian dihalau petugas bandara. Secara estafet, petugas mengarahkan mereka menuju lokasi yang ditentukan.

Sebagian dari mereka mungkin tak tahu harus ke arah mana. Lantaran kelompok haji lain masih menjalani pemeriksaan di imigrasi bandara. Setelah mengecek paspor dan kelengkapan administrasi lainnya, rombongan jamaah langsung menyambangi ruang tunggu kedatangan.

Kamar ganti khusus yang disediakan petugas bandara tampak nyaman untuk mengganti pakaian ihram. Sebagian jamaah bersiap mengambil mikat di perbatasan Makkah untuk memulai rukun umrah. Mikat adalah tempat atau waktu tertentu yang ditetapkan oleh Rasulullah SAW sebagai pintu masuk memulai haji dan umrah.

Rombongan kami dari Pasolle Travel memilih menggunakan kain ihram di sebuah masjid tak jauh dari perbatasan Makkah. Bus besar berkapasitas sekitar 50 orang terasa nyaman ditumpangi dari Jeddah menuju Makkah. Di pengujung Kota Makkah, rombongan lalu melafalkan niat yang merupakan rukun pertama dalam ibadah umrah. Terhitung sejak itu, maka jamaah umrah mesti menghindari hal-hal yang dilarang. Agar terhindar dari dam atau denda yang sudah ditentukan.

Sesampainya di jalan utama menuju kawasan Masjidilharam, bus langsung memasuki area parkir tower 3. Tepatnya tak jauh dari Hotel Hilton Villa. Lokasi akses masuk biasanya steril dari lalu-lalang kendaraan menjelang salat lima waktu. Selain itu di siang hari saat padatnya jamaah umrah Ramadan, penutupan juga sering dilakukan.

Hotel Hilton Villa sangat dekat menawarkan pemandangan yang megah dan dekat dengan Masjidilharam. Lokasi hotel sangat strategis untuk menjelajahi kota suci Makkah. Dari lobi hotel, hanya berjarak sekitar 500 meter menuju Masjidilharam. Di area hotel ini terdapat pusat bisnis 24 jam.

Usai beristirahat sejenak dan membersihkan badan, jamaah langsung menuju Masjidilharam. Akses masuk masjid untuk melakukan umrah tampak begitu padat. Menghindari saling terpisahnya rombongan jamaah, berkali-kali dilakukan penghitungan anggota. Jika sedikit saja menjauh dari rombongan, lalu ada rombongan pejalan kaki yang memecah barisan, maka potensi terpisah pun bisa saja terjadi. Begitulah kira-kira gambaran kepadatan di selasar Masjidilharam.

Berkali-kali hal itu terjadi. Belum lagi jika ada jamaah yang hendak buang air, maka kembali perlu waktu untuk menyatukan rombongan. Tak terasa waktu terus berjalan. Rencana tawaf yang dilakukan sebelum subuh bergeser. Jamaah memilih lebih dulu salat subuh berjamaah lalu dilanjutkan dengan rangkaian tawaf, sai, dan tahalul.

**

Deretan pembatas yang terbuat dari plastik digunakan untuk menghalangi jamaah yang tidak mengenakan pakaian ihram masuk di jalur utama menuju Kakbah. Pembatasan ini dilakukan lantaran lonjakan jamaah umrah saat Ramadan begitu tinggi.

Mereka yang tidak mengenakan ihram akan diarahkan menuju jalur lain ke lantai dua hingga tiga. Jika nekat, maka para petugas keamanan Masjidilharam berteriak memanggil, “Haji... yalla haji...”

Pengetatan menuju akses utama ke Kakbah belakangan memang dilakukan. Jika dirasa area tersebut sudah penuh, petugas keamanan langsung menutup rapat secara tiba-tiba akses utama tersebut. Terlebih ketika Ramadan, gelombang umrah dari berbagai negara begitu tinggi.

Muhammad Rafiq salah satu mahasiswa dari Kota Tahrim, Yaman. Selama libur Ramadan, ia mengisi waktu dengan beribadah umrah. Pemuda asal Kecamatan Samboja, Kaltim, itu pun bercerita bahwa jalur perbatasan Yaman menuju Arab Saudi sudah mengalami kemacetan parah. Jika jarak tempuh normal menuju Arab Saudi maksimal hanya dua hari, maka pada Ramadan ini bisa mencapai enam hari.

"Untuk menuju perbatasan paling hanya dua hari. Tapi yang lama adalah pemeriksaan imigrasi di perbatasan. Karena antreannya sangat panjang," katanya.

Hal semacam ini, kata dia, lumrah terjadi saat Ramadan. Pahala ibadah umrah di bulan Ramadan menjadi motivasi kedatangan para jamaah. Kepadatan perbatasan Arab Saudi dengan negara-negara di sekitarnya pun begitu melonjak.

Akibat lonjakan jamaah yang datang di Masjidilharam, maka petugas tak segan menegur kerumunan yang dianggap mengganggu jalur akses masuk tawaf. Jangan coba-coba melakukan salat di jalur tawaf. Petugas tak akan segan mendorong bahkan melempar tas jamaah lalu mengarahkan ke lokasi salat yang semestinya.

Pemandangan yang tak biasa di Tanah Air juga biasa ditemui di sekitaran Masjidilharam. Misalnya saja lalu-lalang orang yang mengenakan alas kaki melintas di depan jamaah yang sedang melaksanakan salat. Hal itu tak bisa lagi dihindari lantaran tempat salat tersebut juga adalah lintasan jalan utama untuk berpindah.

Suasana Masjidilharam yang tak sepi dari lalu-lalang manusia, dalam hitungan menit  berubah menjadi saf salat. Baik di bagian selasar, aspal lorong masuk, bahkan di depan jalur menuju toilet. Padahal hanya beberapa menit sebelum azan lokasi-lokasi yang disebutkan tadi dilarang untuk menjadi kerumunan manusia meski sekadar berhenti sejenak.

Petugas kebersihan begitu sigap membersihkan kawasan sekitar masjid. Sehingga, lantai yang semula diinjak dengan alas kaki itu, juga sudah siap menjadi tempat sujud para jamaah yang hendak menunaikan salat.

Jamaah dari Pasolle Travel juga sempat mengambil sesi umrah kedua pada malam Jumat (31/3) waktu setempat. Setelah mengambil mikat di Masjid Tan'im. Masjid Tan'im yang juga dikenal sebagai Masjid Aisyah menjadi lokasi favorit bagi jamaah untuk bermikat atau mengambil tempat untuk berganti pakaian ihram dan kemudian berniat melakukan umrah sunah. Lokasi ini merupakan batas tanah Haram terdekat.

Proses tawaf pada umrah kali ini digelar sekitar satu jam sebelum azan magrib. Pada putaran ke tujuh tawaf, petugas kebersihan serta keamanan tiba-tiba membubarkan kerumunan jamaah yang hendak tawaf. Rupanya jamaah diarahkan untuk segera salat dan berhenti tawaf. Sejurus kemudian petugas lainnya membersihkan area sekitar Kakbah dengan berbagai peralatan kebersihan berteknologi tinggi. Kurang dari setengah jam, area tersebut bersih kembali.

Rombongan kami pun merasa beruntung lantaran jika semula sangat sulit menggelar salat dekat dari pusaran Kakbah, kali ini justru akses keluar ditutup dan jamaah diminta segera salat di lokasi tersebut. Usai salat Magrib digelar, jamaah yang berada di barisan depan tampak berebut mencium hajar Aswad.

Hajar Aswad adalah batu hitam yang terletak di salah satu sudut Kakbah. Dalam sebuah riwayat, batu ini disebut berasal dari surga yang diberikan kepada Ismail AS melalui perantara Jibril. (dwi/k8)

Editor : izak-Indra Zakaria