Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Wadai Mama Atma, Penjual Kue Tradisional yang Dicari saat Ramadan

izak-Indra Zakaria • Selasa, 4 April 2023 - 10:47 WIB
SERING DIBURU: Wadai Mama Atma yang cukup dikenal di Tanah Grogot. Dinilai sebagai spesialis penjual kue tradisional saat Ramadan.
SERING DIBURU: Wadai Mama Atma yang cukup dikenal di Tanah Grogot. Dinilai sebagai spesialis penjual kue tradisional saat Ramadan.

Kue basah atau biasa disebut wadai basah dalam istilah orang Banjarmasin, sangat populer di Paser. Karena memang kabupaten itu bertetangga dengan Kalimantan Selatan (Kalsel). Tiap Ramadan, kue itu jadi incaran berbuka.

 

NAJIB MUHAMMAD, Tanah Grogot

najib18vira@gmail.com

 

TIDAK hanya orang keturunan Banjarmasin yang suka. Hampir semua warga di Paser menyukai jenis kue itu. Mau cari di mana, mungkin itu tempat rekomendasi yang enak. Namanya Wadai Mama Atma. Sudah sejak 1995 berjualan dan kini dilanjutkan oleh sang adik yaitu Norhasanah (40).

Sebelumnya yang membuat adalah almarhum Norjanah dan memiliki nama anak, salah satunya Atma. Sehingga namanya dikenal kue Mama Atma. Setelah meninggal dunia pada 2020, sang adik Norhasanah melanjutkan usaha tersebut.

Norhasanah mewariskan jualan berbagai jenis kue basah seperti sari pengantin, amparan tatak, lapis india, jenderal mabuk, sari muka ketan, sari muka hijau, putri selat, dan bingka telor. Sebagian nama-nama kue itu mungkin terdengar asing bagi warga luar Kaltim. Biasanya di daerah lain dijual juga dengan nama berbeda.

“Selama puasa ini biasanya kami buat minimal lima loyang per hari. Satu loyang itu bisa 12 irisan atau pack untuk dijual,” kata Acil Sanah sapaan akrabnya.

Proses pembuatan kue, kata Sanah, dini hari. Sehingga pada pagi hari kue sudah tinggal diiris dan bungkus untuk siap dijual. Terkadang bila belum habis terjual di rumah, dititipkan ke berbagai warung.

Sanah hanya fokus berjualan tiap hari pada bulan puasa. Di luar Ramadan, biasanya hanya melayani pesanan untuk berbagai acara. Jika sering datang ke kondangan orang Banjarmasin atau Sulawesi, paling sering kue itu dipesan dari Mama Atma. Namun di Paser, bukan hanya Mama Atma saja yang berjualan kue tersebut. Banyak lapak-lapak yang menjual kue serupa. Terlebih saat Ramadan.

Awak media ini sudah kerap membeli kue Mama Atma. Biasanya dari pukul 09.00 Wita, rumah Mama Atma yang dulu berjualan di Jalan Cokroaminoto, Gang Keluarga sudah didatangi pembeli yang memesan lebih dulu. Sebelum dijual ke Pasar Ramadan sudah habis duluan. Harga kuenya per iris dijual bervariasi, dari harga Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu. Bergantung jenis bahan yang dipakai. Kini jualan Mama Atma sudah pindah ke jalan Pangeran Menteri Gang Restu. (rom)

 

Editor : izak-Indra Zakaria