TANJUNG REDEB – Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau kembali menggelar kegiatan pasar murah, kemarin (14/4).
Dijelaskan Kepala Bidang Bina Usaha Perdagangan Diskoperindag Berau, Fitriansyah, kegiatan pasar murah yang dilaksanakan pihaknya dipusatkan di halaman kantor Diskoperindag, Jalan Murjani I, Tanjung Redeb.
Pihaknya menyediakan beberapa komoditas seperti beras, gula pasir, minyak goreng dan beberapa kebutuhan pokok (sembako) lainnya. “Sama dengan sebelumnya kami (Diskoperindag, red) bekerja sama dengan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) dan beberapa distributor yang ada di Kabupaten Berau,” ujarnya kepada awak media kemarin.
Bukan hanya sembako saja, pasar murah kali ini dikhususkan untuk mengantisipasi kenaikan harga barang jelang Lebaran.
“Kami sediakan juga minuman agar masyarakat bisa langsung membeli, karena memang minuman kemasan juga diminati oleh masyarakat,” paparnya.
Untuk kecamatan terjauh, menurutnya kegiatan pasar murah sudah dilakukan, seperti di Kampung Pegat Bukur, Kecamatan Sambaliung. Sedangkan, untuk daerah pesisir akan dilakukan setelah Lebaran.
“Mudah-mudahan itu bisa membantu meringankan beban masyarakat untuk memenuhi kebutuhan menjelang Lebaran,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Perum Bulog Berau, Muhammad Mukhlis menyampaikan, pasar murah kali ini pihaknya menyediakan sistem paket untuk bahan pokok yang dijual. Dalam satu paket terdiri dari 2 kg gula pasir, 2 liter minyak goreng dan 5 kg beras. Dijual seharga Rp 100 ribu.
“Kami siapkan sebanyak 500 paket dan hari ini habis terjual sebanyak 250 paket,” sebutnya.
Kegiatan ini disebutnya dilakukan untuk memudahkan pembelian serta membagi semua komoditas dengan adil. Sebab, sebelumnya banyak yang memborong beberapa komoditas saja. Sehingga tidak sedikit masyarakat yang tidak mendapatkan komoditas lain.
“Supaya komoditas yang diperlukan itu cukup memenuhi kebutuhan masyarakat. Kalau yang sebelumnya kan banyak yang borong minyak goreng saja atau beras,” jelasnya.
Adapun sistem pembelian di pasar murah ini dengan mengantre, setelah membayar di kasir bisa langsung mengambil paket sembakonya. “Untuk menghindari pembelian double dalam satu hari, kami menandai salah satu jari pembeli dengan tinta,” pungkasnya. (aky/arp)
Editor : uki-Berau Post