PENAJAM - Ketua DPRD Penajam Paser Utara (PPU) Syahrudin M Noor menyoroti minimnya serapan anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU.
Sampai memasuki semester kedua, realisasinya masih terbilang rendah. Yakni baru sekitar 13 persen.
Syahrudin M Noor mengatakan, seharusnya serapan anggaran sudah bisa mencapai 30 sampai 40 persen.
"Karena kalau mau cepat perubahan, maka realisasi anggaran harus cepat," ujar Syahrudin, ditemui, belum lama ini.
Menurutnya, bila Pemkab PPU serius untuk menyesuaikan waktu dan target realisasi anggaran, maka perlu dipastikan agar serapan anggaran, setidaknya sampai Juni sudah mencapai 50 persen dari APBD murni tahun anggaran 2023.
"Artinya di atas 50 persen, kita sudah agak tenang. Kontrol dari pusat juga tidak diberi catatan. Misalnya kenapa anggaran PPU ini lambat sekali, kan ada dana DAK ada dana Bankeu. Kalau itu juga lambat serapannya nanti diambil kembali lah," katanya.
Menurutnya, eksekutif terlalu berhati-hati dalam mengambil keputusan sehingga memperlambat proses serapan anggaran. Dirinya menghimbau agar Pemkab PPU segerakan realisasi program-programnya.
"Padahal tidak juga. Kan ada alasan klasik bahwa kita di PPU ada pemeriksaan. Kalau itu terus menjadi stigma, di mind kita, enggak bisa kita jalan. Yang penting apa yang dilakukan itu on the track sesuai dengan aturan," pungkasnya. (hul)
Editor : Wawan-Wawan Lastiawan