Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Indonesia Bakal Terpental dari Lima Besar Negara Berpenduduk Terbesar

izak-Indra Zakaria • Rabu, 17 Mei 2023 | 15:14 WIB
Jakarta, salah satu kota terpadat di Indonesia.
Jakarta, salah satu kota terpadat di Indonesia.

Pertumbuhan penduduk Indonesia disebut bakal melambat pada 2030-an. Sementara Tiongkok pertumbuhannya sudah negatif sejak 2021.

========================

Hingga 2044 nanti, Indonesia diperkirakan masih bertengger di urutan keempat negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Tetapi pada 2045, bakal terpental dari lima besar negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia. Indonesia diprediksi bakal disalip Nigeria dan Pakistan.

Data tersebut muncul dalam paparan Bappenas di forum Musrenbangnas Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan Peluncuran Proyeksi Penduduk 2020–2050 di Jakarta, Selasa (16/5). Pada paparan tersebut dijelaskan bahwa India mulai tahun ini menjadi negara dengan berpenduduk terbanyak mengalahkan Tiongkok.

Posisi Tiongkok berhasil disalip karena pertumbuhan penduduknya sudah negatif sejak 2021 lalu. Sementara itu, Afrika dan Asia Selatan masih mengalami pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi. Sehingga Nigeria dan Pakistan bisa menyalip Indonesia dan masuk daftar lima negara dengan populasi terbanyak di 2045 nanti.

’’Di 2045 posisi Indonesia akan menurun ke urutan keenam. Karena pertumbuhan penduduk Indonesia melambat sejak (tahun) 2030-an,’’ kata Kepala Bappenas Suharso Monoarfa.

Dia juga menyampaikan, proporsi penduduk Indonesia berdasarkan usia juga bakal mengalami perubahan. Pada kelompok 0-14 tahun di 2020 mencapai 24,56 persen, bakal turun menjadi 19,61 persen di 2045. Kemudian untuk kelompok usia 65 tahun ke atas, naik dari 6,16 persen di 2020 menjadi 14,61 persen di 2045.

Paparan proyeksi penduduk itu juga dihadiri Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Usia acara, Ma’ruf menyampaikan angka yang perlu dicermati adalah jumlah penduduk usia muda bakal mengecil. Sebaliknya yang tua-tua semakin banyak. Dia menganjurkan supaya dibuat program untuk menjaga keseimbangan proporsi penduduk berdasarkan usia.

’’Jadi jangan menunda nikahnya gitu,’’ katanya. Menurut dia, keseimbangan itu penting. Ma’ruf juga menyinggung soal program keluarga berencana. Menurut dia, program keluarga berencana perlu dilakukan perencanaan yang baru dengan penyesuaian-penyesuaian.

Sehingga populasi Indonesia bisa terjaga. ’’Sebab kalau tadi itu prediksinya, kita bisa kalah nanti dari Nigeria dan Pakistan pertumbuhannya nanti,’’ tuturnya.

Mantan Ketua Umum MUI itu menuturkan, dalam program keluarga berencana perlu di atur di mana masanya menekan tingkat pertumbuhan penduduk. Tetapi di masa tertentu, perlu untuk meningkatkan pertumbuhan jumlah penduduk. Semuanya diatur untuk menjaga keseimbangan antara usia muda dan lansia. (wan/jpg/dwi/k8)

Editor : izak-Indra Zakaria