Ada usul untuk mengurangi penumpukan kendaraan di jalan protokol melalui pembangunan jalan alternatif antara Jalan Mukmin Faisyal dan Perumahan Regency cluster de Camellia.
BALIKPAPAN – Berdasarkan hasil sidak Komisi III di Balikpapan Regency pekan lalu, DPRD Balikpapan mendorong pengembang dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) membangun akses jalan alternatif.
Tepatnya dari Balikpapan Regency menuju Jalan Mukmin Faisyal Sepinggan.
Kedua area memang sangat dekat dan bersebelahan. Jalan Mukmin Faisyal bisa terlihat dari lokasi pembangunan cluster de Camellia. Apabila jalan ini tersambung akan sangat membantu masyarakat. Baik bagi warga Balikpapan Regency maupun umum. Akses bepergian jadi lebih mudah. Tanpa harus menumpuk semua melewati jalan protokol.
Wakil Ketua DPRD Balikpapan Sabaruddin Panrecalle mengatakan, pengembang tentu sudah menyediakan lahan untuk jalan alternatif tersebut. Nantinya jalan akan diserahkan kepada Pemkot Balikpapan sebagai fasilitas umum.
Dia menyarankan, pengembang bisa segera berkoordinasi dengan Dinas PU untuk secara teknis membahas pekerjaan jalan. Sehingga jika ada ketentuan yang menyimpang dan berakibat fatal semua bisa dicegah. “Misal kalau terlalu menanjak bisa buat manuver. Tapi yang penting masih area milik pengembang,” sebutnya.
Bila ada bersinggungan dengan lahan warga, maka ada proses lainnya lagi yang akan berjalan.
Sementara itu, Kepala Dinas PU Rita mengatakan, saran ini sudah diterima oleh Dinas PU. Dia menuturkan, Pemkot Balikpapan nanti bisa ikut membantu untuk menyambungkan antar kedua jalan tersebut.
Pengembang bisa membangun jalan pada area yang masih menjadi bagian dari tanggung jawabnya. "Nanti kekurangannya pada lahan yang mau disambungkan kita lakukan pembebasan lahan," ungkapnya. Rita menambahkan, kalau untuk membuat jalan tersambung kemungkinan akan membutuhkan lahan warga di sekitarnya.
Jika nanti kondisinya benar memakan lahan warga, maka pemerintah daerah siap membantu. "Kalau ada pembebasan lahan nanti dari pemkot yang melakukan," imbuhnya. Pihaknya nanti akan berkoordinasi dulu dengan pengembang.
Terutama untuk mengetahui mana saja area pengembang dan berapa kebutuhan lahan yang perlu dibebaskan. Rita menyebutkan, saat ini semua perlu dilakukan perhitungan dulu. Namun untuk kegiatan belum bisa dilaksanakan dalam waktu dekat. Rencananya kebutuhan anggaran baru masuk pada APBD tahun depan. (rdh)
DINA ANGELINA
dinaangelina6@gmail.com
Editor : izak-Indra Zakaria