Seorang pria di Kentucky mendapatkan jackpot setelah ia menemukan lebih dari 700 koin dari era Perang Saudara di lahan peternakannya. Temuan ini kemudian dijuluki Timbunan Besar Kentucky, dilansir dari New York Post.
Dalam sebuah video YouTube yang diposting oleh GovMint, salah satu pemasar koin koleksi terbesar di Amerika Serikat, pria yang tidak disebutkan identitasnya ini terlihat sedang menggali kepingan harta karun tersebut yang berpotensi bernilai jutaan dolar AS.
Lokasi di mana koin-koin itu ditemukan tidak diungkapkan. Menurut GovMint, 95 persen dari koin yang ditemukan adalah dolar emas. Ada juga sekitar 20 koin Liberty $10 dari tahun 1840 sampai 1862 dan sekitar delapan koin Liberty $20 dari tahun 1857 sampai 1862.
Koin ini sangat langka karena tidak menampilkan kalimat In God We Trust yang lazim ditemukan di koin modern, menurut Live Science. Moto tersebut ditambahkan ke semua mata uang emas dan perak pada tahun 1866 setelah berakhirnya Perang Saudara. Satu koin saja diperkirakan berpotensi bernilai enam digit.
"Meskipun saya selalu bersemangat ketika seseorang menelepon untuk meminta saran tentang penemuan koin langka. Kesempatan untuk menangani Great Kentucky Hoard adalah salah satu hal yang paling menarik dalam karier saya," kata Jeff Garrett, seorang pedagang koin langka.
Selama Perang Saudara, Kentucky berada di perbatasan negara bagian Union dan Konfederasi. Pada tahun 1861, badan legislatif negara bagian menyatakan netralitasnya dalam perang, menurut Middle Creek National Battlefield. Akan tetapi, sebagian besar berada di bawah kendali Union pada tahun 1862. erasi John Hunt Morgan pada bulan Juni hingga Juli 1863.
Koin-koin tersebut tersedia untuk dibeli melalui GovMint. "Koin-koin yang ditemukan di dalam tanah dan terawat dengan sangat baik ini memiliki kilau yang menakjubkan dan kesegaran yang jarang ditemui pada koin-koin semacam ini," ujar Andy Salzberg, wakil presiden eksekutif Certified Collectibles Group, yang mana NGC merupakan salah satu anggotanya.