BALIKPAPAN-Usulan perbaikan jalan di Kaltim untuk dibiayai APBN sangat minim yang disetujui. Dari 73 usulan senilai Rp 4,14 triliun, hanya tiga paket fisik dan dua paket pengawasan senilai Rp 118,22 miliar yang bisa dipenuhi pemerintah pusat. Artinya tidak sampai 1 persen dari usulan Kaltim yang disetujui untuk dibiayai melalui regulasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2023 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah.
Berdasar informasi yang disampaikan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim, ada beberapa kali penyaringan yang dilakukan sebelum lima paket kegiatan fisik disetujui dibiayai APBN.
Dari 73 usulan awal, selanjutnya ada 26 usulan daerah yang lolos evaluasi awal sistem. Lalu hanya 11 usulan senilai Rp 547,06 miliar yang diterima. Selebihnya 15 usulan ditolak. “Usulan yang ditolak akan kami usulkan kembali. Namun sangat bergantung dengan ketersediaan dana dari pemerintah pusat,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (DPUPR-Pera) Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda kepada Kaltim Post di Balikpapan, pekan lalu.
Dari 11 kegiatan itu, kemudian diverifikasi dengan kompetensi. Akhirnya disetujui 11 usulan fisik. Rinciannya, ada sembilan paket pengawasan proses seleksi, satu paket pengawasan akan digabung dengan paket pengawasan terdekat, lalu 10 paket fisik dalam proses e-Katalog. Menunggu ketersediaan anggaran dalam daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA). Satu paket fisik dalam proses tender.
Selanjutnya, informasi awal anggaran untuk Inpres Jalan Daerah pada Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang berasal dari dana bagian anggaran bendahara umum negara (BA BUN) sebesar Rp 14 triliun.
Kemudian berubah menjadi Rp 10 triliun. Dengan Kaltim yang diusulkan empat paket fisik dan tiga paket pengawasan. Informasi terakhir, yang akan keluar surat penetapan satuan anggaran bagian anggaran (SP SABA) untuk dana BA BUN di Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR menjadi Rp 7,5 triliun.
Dengan Kaltim yang diusulkan Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menjadi tiga paket fisik dan dua paket pengawasan. Dengan alokasi Rp 118,22 miliar.
“Makanya salah satu pertimbangannya, kalau tidak salah karena fiskal Kaltim melebihi. Masuk kategori tinggi. Itu yang akan kami konsultasikan dengan pemerintah pusat mengenai usulan perbaikan jalan daerah,” ucapnya.
Beberapa paket kegiatan fisik yang dicoret dari usulan di antaranya peningkatan ruas Jalan Simpang Poros (Pom Bensin) Tanjung Isuy-Tanjung Jan-Pulau Lanting di Kutai Barat (Kubar) sepanjang 4,84 kilometer senilai Rp 46,5 miliar.
Lalu rekonstruksi Jalan Loleng di Kutai Kartanegara (Kukar) sepanjang 2,5 kilometer senilai Rp 27,5 miliar, dan peningkatan Jalan Simpang Batu-Laburan di Paser sepanjang 5,78 kilometer senilai Rp 52,02 miliar.
Paket fisik lainnya adalah peningkatan ruas jalan akses Pelabuhan Kenyamukan di Kutai Timur (Kutim) sepanjang 650 meter senilai Rp 57,68 miliar dan preservasi Jalan Lenggo-Teluk Sulaiman di Berau sepanjang 8 kilometer senilai Rp 60 miliar. Kemudian peningkatan Jalan Long Hubung-Jalan Poros di Mahakam Ulu (Mahulu) sepanjang 6,55 kilometer senilai Rp 50 miliar.
Kepala Bidang (Kabid) Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Jalan (KPIJ) BBPJN Kaltim Purnyoto mengungkapkan anggaran Rp 118,22 miliar dialokasikan untuk tiga paket kegiatan fisik dan dua paket pengawasan.
Untuk tiga paket kegiatan peningkatan jalan sebesar Rp 114,68 miliar sepanjang 13 kilometer dan dua paket pengawasan sebesar Rp 3,42 miliar. Meliputi kegiatan preservasi Jalan Riko-Maridan sepanjang 6,5 kilometer (Rp 44,68 miliar). Lalu paket kegiatan penanganan jalan ke Wisata Goa Batu-Tapak Raja PPU IKN 1 sepanjang 4,8 kilometer (Rp 35 miliar) dan paket kegiatan penanganan jalan ke Wisata Goa Batu-Tapak Raja PPU IKN 3 sepanjang 1,7 kilometer (Rp 35 miliar).
Selain itu ada paket kegiatan pengawasan teknik Jalan Riko-Maridan sebesar Rp 1,32 miliar dan paket kegiatan pengawasan teknik akses Goa Batu-Tapak Raja sebesar Rp 2,1 miliar. “Semua usulan kegiatan ada di PPU,” singkatnya. (rom/k16)
RIKIP AGUSTANI
ikkifarikikki@gmail.com
Editor : izak-Indra Zakaria