Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Program SIAK Masuk Kecamatan, Terkendala Jaringan Internet

izak-Indra Zakaria • 2023-07-29 14:51:01
TAK SEMUA ADA: Program SIAK masuk kecamatan tak sepenuhnya terlaksana, sebab ada beberapa kecamatan yang masih blank spot.
TAK SEMUA ADA: Program SIAK masuk kecamatan tak sepenuhnya terlaksana, sebab ada beberapa kecamatan yang masih blank spot.

TANJUNG REDEB - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Berau terus berupaya memasang Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) ke seluruh kecamatan di Berau.

Kepala Disdukcapil Berau, David Pamuji mengatakan sejak tahun 2019 pihaknya memiliki gagasan SIAK menuju kecamatan, di mana masyarakat tidak perlu lagi datang ke kantor Disdukcapil untuk perekaman e-KTP.

“Jadi mereka tidak perlu jauh-jauh ke kota hanya untuk mengurus perekaman e-KTP,  cukup di kantor camat saja,” ujarnya.

Sejak tahun 2019 hingga saat ini, ada beberapa kecamatan yang sudah bisa melakukan perekaman e-KTP. Seperti Maratua yang telah memiliki alat rekam dan cetak e-KTP.  

Selain di Kecamatan Maratua, ada juga di Talisayan dan Kecamatan Pulau Derawan yang sudah ada alat perekaman e-KTP.

“Untuk di Kecamatan Talisayan melayani tiga kecamatan sekaligus, seperti Kecamatan Talisayan, Kecamatan Batu Putih dan Bidukbiduk,” jelasnya.

Perihal masih bergabungnya kecamatan sekitar dengan Talisayan, ia menjelaskan karena sinyal internet di Batu Putih dan Bidukbiduk kurang memadai. Hal itu menyebabkan alat rekam yang berada di Kecamatan Talisayan harus melayani tiga kecamatan sekaligus.

“Dari hasil tim SIAK kami, untuk di Kantor Camat Bidukbiduk itu sinyalnya lemah, termasuk di Kantor Camat Batu Putih. Jadi belum memenuhi syarat untuk kita taruh alat perekaman e-KTP,” Ucapnya.

Pamuji berharap, ke depannya dengan program 1.000 titik WiFi gratis, bisa menyelesaikan semua permasalahan sinyal yang ada.

Terpisah, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau, Madri Pani mendesak Pemkab Berau segera menyelesaikan persoalan sinyal yang ada di kampung, terutama yang berada di kecamatan terjauh.

Ia menilai, pemerintah seharusnya sudah mencarikan solusi masalah ini. Melalui program pemasangan 1.000 titik WiFi gratis.

“Sekarang gini, jika pasang WiFi gratis di tempat yang sudah ada sinyal. Siapa yang menikmati? Lebih baik jika memang dipasang di area yang benar-benar blank spot,” tuturnya.

Program pemasangan WiFi gratis dinilainya sangat baik. Apalagi jika sebelum dilakukan pemasangan, tim Pemkab Berau melakukan survei lokasi yang layak mendapatkan pemasangan WiFi gratis.

“Termasuk mendengar teriakan masyarakat yang memang benar-benar membutuhkan jaringan internet. Begitu juga pemerintahan kampung yang butuh jaringan internet untuk mengirim data laporan pemerintahan.

Dengan adanya jaringan internet di kecamatan yang masih blankspot, maka bisa membantu kinerja pemerintahan kecamatan.

“Jika di setiap kecamatan sudah ada jaringan internet, maka semua pekerjaan yang ada di kecamatan bisa lebih maksimal lagi, seperti pengiriman data dan lain-lain,” tutupnya. (adm/arp)

Editor : izak-Indra Zakaria
#sosial