Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Progres Pembangunan IKN Sudah 37 Persen

izak-Indra Zakaria • 2023-08-18 18:00:00
SUDAH 20 PERSEN: Pembangunan istana negara yang sudah berdiri tiga lantai.
SUDAH 20 PERSEN: Pembangunan istana negara yang sudah berdiri tiga lantai.

PROGRES infrastruktur fisik pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang digarap Kementerian PUPR, sudah 37 persen. Capaian ini terus dipantau seiring dengan lelang proyek yang sedang berjalan. Total ada 76 paket kegiatan pembangunan infrastruktur dasar IKN yang dibiayai APBN sebesar Rp 62,27 triliun.

Kepala Otorita IKN Bambang Susantono menyampaikan, pihaknya terus memantau paket kegiatan yang sudah selesai lelang dan segera dikerjakan. “Kalau (kegiatan) ini bertambah lagi, berarti makin banyak dan ada bagian baru yang akan kami monitor. Kalau bagian baru ini masuk, sama-sama dengan yang sudah berjalan, akan menurunkan progres. Jadi kami pantau yang sudah berjalan dari tahun 2022,” katanya kemarin di IKN.

Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Otorita IKN Silvia Halim kemudian merincikan kegiatan pembangunan infrastruktur dasar IKN yang telah dimulai sejak 2022. Seperti Bendungan Sepaku Semoi, Intake Sepaku, istana negara dan kantor presiden, Kantor Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) 1 hingga 4, rumah tapak menteri, dan infrastruktur jalan, instalasi pengolahan air minum maupun air limbah, pengelolaan sampah, serta pembangunan akses tol penghubung ke IKN.

 “Semua kegiatan itu yang membuat progres mencapai 37 persen,” ujarnya. Selain itu, kawasan yang saat ini fokus dituntaskan untuk mengejar target upacara peringatan HUT Ke-79 RI pada 17 Agustus 2024 adalah, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1A di dekat Sumbu Kebangsaan. Proyek tersebut membentang dari istana presiden sampai ke Titik Nol Nusantara. Di samping Sumbu Kebangsaan, berdiri rumah tapak menteri dan kantor Kemenko yang sedang dibangun.

“Dan juga beberapa pembangunan untuk komersial. Ada mal, tempat nongkrong dan makan, juga tempat entertainment. Seperti plaza publik, taman atau botanical garden di sekitar Sumbu Kebangsaan,” tuturnya.

Khusus untuk pembangunan istana negara, Silvi menyebut, progresnya telah mencapai 20-an persen. Sudah tampak berdiri pada lantai 2 dan 3. Sementara kantor presiden sudah terlihat pembangunannya pada lantai 3 dan 4.

“Jadi istana presiden dan kawasan sekitarnya, salah satunya tentu saja penyelesaiannya dikejar selesai untuk bulan Juli–Agustus tahun depan,” jelas Silvi. Lulusan Fakultas Teknik Sipil Universitas Teknologi Nanyang, Singapura, itu juga membeberkan tantangan pembangunan infrastruktur IKN dengan capaian 37 persen itu. Mulai dari alam, karena pembangunan dimulai di tengah hutan dengan kontur tanah yang tidak rata dan berbukit. Sehingga memerlukan pendekatan yang sangat memerhatikan lingkungan.

“Kami tidak bisa main babat pohon. Hanya boleh babat sesuai kebutuhan saja. Dan itu memberikan concern tambahan. Dibanding kita membangun di kota atau daerah lain yang rata,” ujarnya. Karena itu, lanjut Silvi, jika menggunakan pola pendekatan yang biasa, tidak bisa dilakukan di IKN. Meskipun ada perintah untuk melakukan percepatan pembangunan tetap harus memerhatikan aspek lingkungannya.

“Juga memang kondisi atau jenis tanahnya memerlukan penanganan khusus. Karena jenis tanah clay shale (tanah lempung). Apabila terekspos udara dan air, dia akan menjadi tanah lunak. Jadi setiap kali, kami melakukan pembangunan harus treatment dulu. Digali atau dipindahkan dan diganti dengan tanah yang lebih baik dulu. Ataupun bentuk-bentuk penguatan lainnya,” tutup dia. (riz/k8)

 

RIKIP AGUSTANI

ikkifarikikki@gmail.com

 

Editor : izak-Indra Zakaria
#ibu kota negara