SANGATTA - Gubernur Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor hadir di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Sejumlah agenda dihadiri olehnya. Salah satunya menghadiri kegiatan penyerahan rumah layak huni untuk masyarakat, di Jalan Assadiyah pada Selasa (22/8).
Dijelaskan oleh Ketua Badan Pengelola Rumah Layak Huni, H.Muhammad Taufiq Fauzi menjelaskan progres pembangunan rumah layak huni terus dilaksanakan. Bahkan sejak 2022 lalu sudah dibangun 131 unit rumah layak huni yang tersebar di Kaltim, yakni 33 unit di Samarinda, 39 di Balikpapan, 20 di Penajam Paser Utara, 10 di Paser, juga 11 di Kukar.
"Di 2023 Alhamdulillah ada 27 unit di Kutim, 20 di Kubar dan di Samarinda ada penambahan 17 unit, juga di Kukar penambahan 19 unit. Di Kutim sendiri tersebar di beberapa Kecamatan seperti Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Muara Wahau serta Telen, yang pelaksanaannya didongkrak oleh Dandim 0909/KTM," ungkapnya.
Sejumlah perusahaan, kata dia turut berkontribusi salah satunya PT KPC. Tidak hanya sektor pertambangan saja. Sektor perbankan pun turut andil seperti Bank BSI dan lainnya.
"Kami ucapkan terimakasih kepada stakeholder yang telah berkontribusi. Selain sektor tadi, ada juga sektor perkebunan, sektor Perusda, BUMN, hingga sektor jasa konstruksi," imbuhnya.
Ia berharap kegiatan ini terus berlanjut di tahun berikutnya. Lanjut ia, rumah ini dibangun dengan beragam ukuran, yang mengutamakan penerangan, sirkulasi, drainase serta dilengkapi tandon.
"Target baru tercapai 58 persen dari 508 unit. Kami akan terus berupaya mewujudkan apa pun yang diinginkan pak gubernur, yaitu 3000 unit rumah layak huni," tutur dia.
Dari perusahaan, menurutnya, di 2022 gubernur telah memberikan penghargaan pada semua perusahaan yang telah berkontribusi dengan 4 jenis penghargaan. Yakni, Plakat platinum, emas, perak juga perunggu.
"Sekarang kami sedang menghimpun lagi penghargaan untuk pelaksanaan 2023," bebernya.
Di tempat yang sama, RCEO IX Kalimantan, Ricky Rikardo Mulyadi menjelaskan jika Bank Syariah Indonesia bekerjasama dengan BSI Maslahat. Pihaknya terus berupaya mendukung program pemerintah terutama Pemprov Kaltim.
"Disini kami mendukung program pemerintah untuk membangun rumah layak huni di Kutim. Ini support kami pada program pemerintah yang bertujuan untuk masyarakat, dan kami juga berharap ke depan bisa terus berkembang sehingga BSI bisa dirasakan manfaatnya untuk masyarakat lebih luas," ujarnya.
Tidak hanya itu. Diharap BSI juga mampu menjadi mitra yang diandalkan oleh pengusaha di Kaltim supaya bisa terus bekerjasama. Termasuk menjalankan program CSR.
"Tahun ini kami mensupport pembangunan tiga unit rumah. Kami juga memberikan bantuan atau program CSR banyak, bukan hanya kegiatan ini saja. Tapi juga menyentuh masyarakat langsung, misal seperti masjid atau keperluan lain yang menyasar ke sejumlah daerah. Semoga hal yang berkaitan dengan masyarakat bisa konsisten terus kami laksanakan," harap ia.
Selain memberikan CSR, BSI saat ini juga konsen kepada pembiayaan perumahan bersubsidi bagi masyarakat, yakni Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), dimana masyarakat dapat memanfaatkan program tersebut. Hal ini juga membantu dalam mensukseskan program pemerintah yakni kepemilikan rumah yang layak bagi masyarakat.
Salah satu warga penerima manfaat, Sugeng mengaku senang akan pembangunan rumah layak huni untuk keluarganya. Mengingat, sebelumnya rumah yang ia tempati kerap kali diterpa banjir.
"Dulu rumah saya selalu paling pertama kena banjir. Dindingnya juga mudah rapuh. Alhamdulillah sekarang rumah saya jauh lebih baik dapat bantuan seperti ini. InsyaAllah keluarga saya jadi lebih aman," jelasnya.
Melihat perkembangan tersebut, Gubernur Kaltim Isran Noor mengatakan pembangunan rumah layak huni sangat penting bagi Kalimantan Timur. Karena, kata dia jika rumah tidak layak huni, maka itu rumah terdaftar menjadi bagian dari daftar orang miskin.
"Yang paling menentukan kemiskinan itu adalah rumah. Kalau tidak layak, berarti dia terdaftar sebagai orang miskin. Misal orang di pedalaman, sebenarnya mereka tidak miskin karena punya aset, ada lahan, kebun, ternak, tanaman. Tapi bentuk rumahnya tidak layak, ya dianggap tidak layak dihuni " ujar Isran.
Lebih lanjut, ia meyakini jika Kaltim kembali mampu membangun 3000 rumah layak huni, maka angka kemiskinan akan turun kurang dari 2 persen. Ini merupakan rencana besar program kerja Isran yang menyentuh langsung ke masyarakat.
"Saya yakin itu. Saya bersama para bupati dan walikota berusaha menurunkan angka kemiskinan, dengan melibatkan pengusaha yang ada di Kalimantan Timur. Karena ini PR kita," tandasnya.
Gubernur turut mengapresiasi kinerja dan dukungan pihak perbankan. Terutama BSI. Ia menyebut dengan bantuan bank ini maka pelaksanaan pembangunan rumah layak huni dapat terealisasi dengan mudah. (Adv/la/pro)
Editor : Wawan-Wawan Lastiawan