Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Benedict Wermter, si ”Bule Sampah” yang Usung Misi Membuat Indonesia Kembali Bersih

izak-Indra Zakaria • Rabu, 23 Agustus 2023 | 13:47 WIB
TURUN KE LAPANGAN: Benedict Wermter alias Bule Sampah turun ke lapangan melihat salah satu daerah di Bali yang dipenuhi sampah. Dia berharap platformnya bisa turun mengedukasi penanganan sampah. (Benedict Wermter untuk Jawa Pos)
TURUN KE LAPANGAN: Benedict Wermter alias Bule Sampah turun ke lapangan melihat salah satu daerah di Bali yang dipenuhi sampah. Dia berharap platformnya bisa turun mengedukasi penanganan sampah. (Benedict Wermter untuk Jawa Pos)

Benedict Wermter langsung jatuh cinta pada Indonesia begitu kali pertama ke sini, tapi dengan segera pula dia tahu ada masalah dengan penanganan sampah. Platform Bule Sampah membuatnya diundang pemerintah daerah, juga seorang mama di Papua.

DINARSA KURNIAWANBerlin

---

SEJAK awal kedatangannya ke Indonesia, Benedict Wermter segera mendapati salah satu masalah yang dihadapi negeri yang telah menawan hatinya ini: sampah. Itulah yang kemudian mendorong peneliti, penulis, dan jurnalis investigatif asal Jerman tersebut membuat platform yang menyediakan informasi dan edukasi, khususnya terkait sampah plastik.

Pekerjaan membuatnya akrab dengan persoalan lingkungan. Salah satu karya jurnalistiknya menyorot konten tentang ekspor sampah ke luar negeri oleh jaringan eksportir sampah ilegal dari Jerman ke negara-negara Asia.

”Saya merasa terpanggil melakukan sesuatu untuk Indonesia berdasar pengalaman dan pengetahuan yang saya miliki,” kata peraih sejumlah penghargaan jurnalistik itu ketika ditemui Jawa Pos di Tempelhofer Feld, sebuah lapangan terbang di Berlin dari era Perang Dunia II yang diubah menjadi ruang terbuka untuk publik, pada 30 Juli lalu.

Beni (sapaan Benedict Wermter) kali pertama ke Indonesia sebagai turis backpacker pada 2017 ke Sumatera Utara. Dan, dengan segera hatinya tertawan. ”Semakin lama di sini, saya lihat sektor industri di Indonesia susah me-maintain standar lingkungan dengan benar. Dari situ muncul masalah sampah yang dihadapi masyarakat,” katanya.

Hal lain yang membuat dirinya tak bisa berpaling dari Indonesia adalah di negeri inilah dia kali pertama bertemu dengan Lina Wermter. Perempuan tersebut kini menjadi istrinya. Beni dan Lina kemudian memikirkan cara bagaimana berkontribusi kepada Indonesia untuk mengatasi masalah sampah. ”Jadi, saya membuat semacam media atau platform untuk menunjukkan kepada orang-orang di Indonesia betapa pentingnya hal tersebut. Dari situlah Bule Sampah muncul,” kisahnya tentang awal kemunculan akun @bule_sampah di sejumlah platform media sosial.

Photo
Photo
KELILING INDONESIA: Benedict Wermter alias Bule Sampah saat memberikan edukasi tentang pentingnya pengolahan sampah keapda anak-anak di sebuah sekolah di Ambon, Maluku. (Benedict Wermter untuk Jawa Pos)
 

Saat ini akun @bule_sampah di Instagram memiliki 80,6 ribu pengikut, sedangkan di TikTok, akun @bulesampah punya 50,6 ribu. Beni mengungkapkan, saat ini dirinya belum terlalu fokus di YouTube karena merasa belum mempunyai sumber daya yang mumpuni untuk membuat konten yang bagus.

Beni mengatakan, Bule Sampah sendiri resmi online di media sosial pada tujuh bulan lalu. Namun, dia menyatakan sudah menyiapkannya bersama istrinya sejak setahun terakhir.

Dua akun media sosial tersebut dari awal sampai saat ini pun dikerjakan berdua oleh Beni dan Lina. Mulai merekam gambar, mengeditnya, sampai mengunggahnya ke akun media sosial.

Ada benang merah dalam setiap konten yang diunggahnya di media sosial. Konten-konten tersebut juga selalu dipresentasikan menggunakan bahasa Indonesia. Tujuannya agar mudah diserap masyarakat Indonesia. (jpc)

 
 
Editor : izak-Indra Zakaria