Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Rusia Kembali Rekrut Tentara Bayaran dari Negara Tetangga, Gaji Rp 30 Juta Sebulan

izak-Indra Zakaria • Senin, 4 September 2023 | 13:54 WIB
Ilustrasi: Militer Ukraina siap menghadapi tentara Rusia. (Henry Nicholls/Reuters )
Ilustrasi: Militer Ukraina siap menghadapi tentara Rusia. (Henry Nicholls/Reuters )

Rusia dikabarkan membuka perekrutan untuk tentara-tentara baru di sejumlah negara tetangga di Asia Tengah. Hal ini dikarenakan Wagner Group sudah tidak bekerja sama lagi dengan pemerintahan Vladimir Putin dan juga kematian dari Yevgeny Prigozhin akibat kecelakaan pesawat tidak memungkinkan untuk menjalin kerja sama lagi dengan pihak Wagner Group.

Dikutip dari South China Morning Post pada Senin (4/9), Perekrutan ini dilakukan untuk memperkuat posisi mereka untuk menginvasi Ukraina sekaligus menangkal serangan balik. Kabar tersebut disampaikan intelijen dari Kementerian Pertahanan Inggris. 

"Sedikitnya terdapat 6 juta migran dari Asia Tengah di Rusia. Kremin menganggap ini jumlah yang amat potensial untuk perekrutan (tentara)," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Inggris.

Kemhan Inggris menilai rencana perekrutan diambil Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menghindari mobilisasi dari warganya sendiri.

Mobilisasi warga untuk bertempur melawan Ukraina dinilai tak lagi mendapat sambutan positif di dalam negeri Rusia. Langkah itu pun berpotensi membuat Vladimir Putin tak lagi populer jelang pemilihan umum 2024.

Sebelumnya, Vladimir Putin memerintahkan "mobilisasi sebagian" sebanyak 300 ribu tentara cadangan pada September 2022. Kebijakan tersebut membuat ratusan ribu warga Rusia meninggalkan Rusia karena ogah perang melawan Ukraina.

"Kremlin bisa mendapatkan personel tambahan dengan catatan mengeksploitasi warga negara asing saat kehilangan tentara yang semakin banyak," tambah Kemhan Inggris dikutip dari The Guardian.

Rusia juga menggencarkan iklan perekrutan di negara-negara tetangga seperti Armenia atau Kazakhstan sejak akhir Juni. Kremlin menjanjikan bayaran sebesar 490 ribu rouble atau setara Rp 77 juta. Para calon tentara bayaran dari negara tetangga tersebut juga dijanjikan gaji sebesar 190 ribu ruble (Rp 30 juta) per bulan. (*)

 
 
Editor : izak-Indra Zakaria