Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pembunuh Berantai Billy Chemirmir yang Dituduh Membunuh 22 Wanita Lanjut Usia Ditemukan Tewas di Dalam Sel

izak-Indra Zakaria • Kamis, 21 September 2023 - 17:06 WIB
Pembunuh berantai, Billy Chemirmir, ditemukan tewas di dalam sel, pada Selasa (19/9) dini hari. (Nypost.com)
Pembunuh berantai, Billy Chemirmir, ditemukan tewas di dalam sel, pada Selasa (19/9) dini hari. (Nypost.com)

Tersangka pembunuh berantai, Billy Chemirmir, ditemukan tewas di dalam sel, pada Selasa (19/9) dini hari.

Billy Chemirmir yang dituduh membunuh 22 wanita lanjut usia, kini tewas di penjara Texas, tempat ia menjalani hukuman seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat.

Dilansir dari New York Post, Kamis (21/9), kematian Billy Chemirmir telah dikonfirmasi Departemen Kehakiman Kriminal Texas, Hannah Haney.
 
Billy Chemirmir (50) ditemukan tewas di selnya di Unit Coffield di Tennessee Colony, jelas juru bicara Departemen Kehakiman Kriminal Texas, Hannah Haney.
 
Dia mengatakan, jika teman satu selnya yang juga menjalani hukuman seumur hidup karena pembunuhan diidentifikasi sebagai penyerang, tetapi dia tidak dapat merilis namanya atau bagaimana Billy Chemirmir meninggal.
Kantor Inspektur Jenderal, sedang menyelidiki penyebab pasti kematian  Chemirmir di penjara. Hal tersebut yang terjadi, setelah jaksa penuntut di dua wilayah Texas memutuskan untuk tidak menuntut hukuman mati untuknya.
 
Chemirmir adalah seorang pekerja kesehatan yang membekap korbannya yang tak berdaya di dalam rumah mereka atau di panti jompo, untuk mencuri perhiasan mereka lalu dijual.
Dia dicurigai telah membunuh 13 wanita lanjut usia di dalam rumah mereka di Dallas County, dan sembilan lainnya di Collin County, yang dikutip dari Dallas Morning News.
 
Dia akhirnya dinyatakan bersalah atas kematian dua orang wanita yaitu, Mary Brooks (87) dan Lu Thi Harris (81) tahun. Dia dijatuhi hukuman pada bulan April 2022 dengan dua hukuman seumur hidup berturut-turut tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat.
 
Menurut Kantor Kejaksaan Wilayah Dallas County, mereka akan memastikan tidak akan ada kesempatan bagi Chemirmir untuk meninggal dimanapun kecuali di penjara Texas.
 
Pada awalnya, sebagian besar kematian dianggap sebagai akibat dari penyebab alami. Namun ketika Mary Bartel (91), mengatakan kepada polisi bahwa Chemirmir mencoba membekapnya dengan bantal di Komunitas Pensiunan Preston Place di Plano.
 
Serta membawa kabur perhiasannya saat ia pingsan, polisi memutuskan untuk membuka kembali investigasi mereka, demikian menurut People.
 
Polisi mengatakan bahwa mereka menemukan Chemirmir keesokan harinya di tempat parkir kompleks apartemennya dengan perhiasan dan uang tunai, setelah baru saja membuang sebuah kotak perhiasan besar berwarna merah.
 
Dokumen-dokumen di dalam kotak perhiasan membawa mereka ke rumah Lu Thi Harris (81), yang ditemukan tewas di kamar tidurnya pada siang hari dengan lipstik yang dioleskan di bantalnya.
Dia selalu menyatakan bahwa dirinya tidak bersalah, mengatakan kepada Dallas Morning News tahun lalu. "Saya bukan seorang pembunuh. Saya sama sekali tidak seperti yang mereka katakan. Saya adalah orang yang sangat polos. Saya tidak dibesarkan menjadi seperti itu."
 
"Saya dibesarkan dalam keluarga yang baik. Saya tidak memiliki masalah apapun sepanjang hidup saya."
 
Persidangan pertama, pembunuhan berencana atas kematian Harris berakhir dengan pembatalan sidang di Dallas County. Dia kemudian dinyatakan bersalah dalam persidangan kedua atas kematian Harris, dan dihukum atas pembunuhan kedua dalam meninggalnya Brooks.
 
Setelah vonis kedua, anggota keluarga dari korban Chemirmir berkumpul di gedung pengadilan Dallas untuk menghadapinya.
 
Dalam pernyataan, keluarga korban dari Ellen French House, mengatakan kepada Chemirmir bahwa ia ingin dirinya melihat dua foto ibunya, satu foto Norma French saat masih hidup, dan satu lagi setelah wanita berusia 85 tahun itu terbunuh.
 
"Ini ibu saya yang cantik," kata House sambil memajang foto pertama. "Ini adalah ibu saya, setelah Anda mencopot cincin kawinnya dari jarinya yang bahkan tidak bisa dilepaskan."

Keluarga dari para korban kini telah diberitahu tentang kematiannya. ***
Editor : izak-Indra Zakaria
#Mancanegara